Rabu, Oktober 29, 2008

Net?

In respons to a dorama that I've watched recently : Densha Otoko, let me just say a few things that been bugging me for this past couple of days since I watch this dorama. Pertama gw mau komen itu para otaku di Jepang itu entah harus dikasihani, diketawain ato dijauhi. I mean, ya ampun, dari apa yang gw tonton di Densha Otoko gw tuh agak-agak gimanaaa gitu liat penampilan mereka yang kek anak umur 5 tahun berangkat ke TK dianterin nyokapnya tanpa sadar klo umur mereka sebenernya udah 25 tahun. Belum lagi obsesi ga sehat mereka ama anime dan rasa percaya diri mereka yang rendah. Dijauhi masyarakat karena dianggap super aneh dan geek tak tertolong. OMG, how extreme is that?! Bahkan mungkin beberapa ga pernah keluar rumah seumur-umur dan ga pernah kesentuh sinar matahari sedikitpun karena cari duit pun bisa dilakukan di rumah via internet. Rata-rata para otaku itu gadget freak dan saling berkomunikasi lewat internet--yang membuat kepikiran pada satu hal ini :

Internet... is it for 'freaks', 'geeks' and 'otaku mania'?

Untuk beberapa orang yang tahu betapa bencinya gw dengan 'label', ini lebih pada pembahasan pada 'label' yang beredar di masyarakat terutama masyarakat modern saat ini. Semakin modern, orang-orang itu semakin aneh, cara-cara baru untuk berkomunikasi lewat internet memudahkan orang untuk mencari teman, kekasih, komunitas yang sesuai hobi kita dan informasi yang sangat mudah untuk diraih. No more 108, it's all google or Yahoo! now. Ckckck. Bayangan gw tentang tahun 2000-an itu yang jelas jauh dari ini semua tapi inilah kenyataannya. Internet berkembang cepat di kota-kota besar di Indonesia sampai merupakan kebutuhan wajib di rumah-rumah. Udah mulai menyaingi hape dan bahkan hape pun berubah fungsi ga cuma sebagai alat untuk sms dan telp serta main game tapi juga untuk modem! (gw salah satu pengguna hape modem). 3G menginvasi pedesaan, spidi berusaha mati-matian membuat masyarakat melek internet, belum lagi kemudahan akses internet di daerah yang 'memaksa' orang untuk mencoba internet paling tidak sekali atau akan dibilang ketinggalan jaman tingkat parah.

"Belum kenal internet? Lo hidup di jaman batu ya? It's 21st century, man!"

Tapi... tentu saja semua ada dampaknya. Ada dampak positif dan dampak negatif dari semua hal yang terjadi di dunia ini. Sama seperti yang gw tonton di acara 20/20. Di acara itu ditampilkan dampak-dampak penggunaan internet di US. Ga se-ekstreme di Jepang yang sampai segitu freaknya ampe ga pernah ninggalin rumah karena semua bisa diakses via inet, cari duit, mesen makanan, mesen baju, cari informasi, bergaul (tapi gw yakin di US juga pasti ada tipe kek gini). Ada sebuah informasi yang gw baca di milis yang gw ikutin : sebenernya jangan mengartikan otaku itu cuma sebagai tipe orang yang tergila-gila atau terobsesi dengan anime atau manga karena basicly semua orang di Jepang juga suka nonton anime dan baca manga. It's just that 'freak' and 'antisocialism' yang membuat mereka dicap sebagai 'otaku'.

Pertanyaan gw : apakah mereka kek gitu karena mereka mendem di rumah main internet all day, searching tentang anime dan nonton streaming, baca manga online, ngobrol dengan teman sehati yang mungkin cuma bisa terbuka di forum-forum tertutup dunia maya? Entah kenapa gw ngerasa masalahnya lebih dalem daripada itu.

Orang-orang yang gw kenal sangat eksis di dunia maya rata-rata terjun bebas di dunia ini sebagai pelarian dari dunia real mereka yang membosankan atau justru menyakitkan. Gw awalnya cuma sebagai pengisi waktu luang karena gw punya banyak waktu luang sementara temen pun ga ada di sekitar sini (maklum bukan anak gaul) jadi gw cari kegiatan di dunia maya. Setelah dapet gw malah terkesan agak terobsesi sampe nyari segala cara supaya bisa online setiap saat dan akhirnya prioritas gw pun berantakan dan gw ga bisa ngatur dunia gw secara seimbang (silahkan baca post saya yang sebelumnya).

Para inet mania itu sebenernya dianggap freak oleh orang-orang disekitarnya bukan karena dia menggemari main inet sampai lupa waktu dan ga pernah liat matahari tapi lebih ke mereka ngerasa you're not paying attention to them. Gimana caranya orang lain mau interaksi dengan lo sementara lo sendiri terlalu sibuk interaksi sama orang lain di dunia maya. Tentu saja temen lo yang sedang berusaha mengajak lo untuk interaksi secara live in person alias face to face jadi terganggu dan kesel karena usahanya itu sia-sia. Belum lagi tiap diajak kemana-mana ga pernah mau karena lebih seneng jalan-jalan via inet alias surfing. I'm not saying it's a bad thing, tapi orang-orang itu... orang-orang yang berusaha mendekati lo secara in person itu.. they're not going to wait forever for you. You have to reach for them too.

Gw ngeliatin hidup seorang densha otoko versi dorama dan gw ngerasa kasihan ama dia. Cuma gara-gara hobinya (memang sih agak lebai) pada anime dan kepercayaan dirinya yang rendah, semua orang ga pernah ada yang nganggep dia ada. Dia kek daun kering yang jatuh dari pohon yang mati. Diacuhkan dan disapu untuk disingkirkan. Sedih. T___T

No one deserves to be treated like that. Even an otaku.

Am I a 'freak', 'geek', 'otaku'?

Please do label me. *sinis*

6 komentar:

blueberrysoft mengatakan...

Responding to : "Am I a 'freak', 'geek, 'otaku'?"

No. I don't think so. You're not one of the things mentioned up there.

Kalo menurutku berdasarkan semua hal yg pernah aku lewatin selama ini, yang bermasalah dengan otaku itu adalah diri mereka sendiri. Sebenarnya mrk bkn masalah. Lagipula apabedanya sama maniak artis de el el. Hanya karena mereka maniak anime lalu dpt sebutan khusus otaku. I think Otaku is good. Contohnya kayak aku. Aku maniak tetsu. Sampai segitu stresnya tau dia merit ama hooker. Even smp sekaramg efeknya masih blm selesai. Klo otaku bermasalah dgn sosial which is masyarakat luas. Berarti aku agak lebih mempersempit. Aku bermaslah ma kaum adam. Aku hanya tertarik yg ada hubungannya ma tetsu ato yg mirip tetsu ato apalah itu. Sama aja toh. Itu hanya sebagian lil piece yg bisa aku ambil contoh.

Kalo neechan bilang diri neechan freak. I disagree about that. Dealing with Networld means dealing with half humans.

Freak=insane

So, berarti Netfreak adalah orang2 yang menguasai net in almost everything, every situs, de el el but they dont really care bout others side. the other half human side: real world. They JUST net-ting. ONLy net-ting.

Maksud aku, kamu tuh masih konsen di 1 ato 2 forum ato area lah. Dan di area2 ini kamu eksis. Mereka2 mengenal kamu not in just net world tp juga real world. Dan kamu juga mengurusi -maaf ya, klo omonganku agak kasar- tetek bengeknya mereka: Dealing with people emotions, and blah blah.

So, klo menurut aku dah jelas kan? . You're not a freak at all. It's just you love the site and you love the people inside then it makes u want to spend more time with them. It's also because they accept u for whatever you are and for ur existance. Dengan kata lain kalian semua ada kecocokan. It's normal!

NeeChan, ga smuanya love networld. Klo pendapatku, justru org2 yg networld itu hebat. Krn aku GA bisa kayak mereka. Aku tuh org yang SUPER GA PUAS dengan hanya berteman lewat net. Aku ga bisa samasekali berinteraksi lewat net, klo blm ketemu ma org itu. It's so hard for me to do that.

I love my real world more coz I know exactly that I am not capable dealing with networld people.

Loh.. kok malah jadi aku yang curhat ya neechan? wakakkakakakka

So... nee-chann! ganbatte ne!
How lucky you are for being able to have time for networld.. (^_^)

Love u, dear!

Jya nee..

+Septi_Imouetss+

minogaku mengatakan...

Dan gw ngakak, re. Sumpah..
Kenapa? Tunjuk kata 'aku' bertebaran di komennya septi.. *dibanjur minyak goreng sekuali*

But she got the point. Bedanya gw sama otaku adalah, gw berinteraksi ngga sebatas kenal dunia maya, tapi dunia nyata. In fact, malah temen di dunia maya gw bisa jadi temen gw di dunia nyata.. gw pikir, itu yang ngebedain.

Recha_Cute mengatakan...

Keknya neither of you get my point in this entry.. my bad.. =)) =))

free from home job legitimate online work mengatakan...

Blog menarik,boleh kenalan kan..

salam kenal,
Solix



Temukan cara cari dan rahasia buat duit secara mudah,cepat dan efektif lewat bisnis internet.

Arzu Evenstar mengatakan...

Relatif. Tergantung pandangan stiap orang. Spupu gue ga bisa terima gue yang kedua (baca: net). Gue ga peduli. Toh, dia ngerti gue serius dsini.

But anyway, yang dibilang computer freak tuh biasanya yang jago-jago, sometimes hacker. Gue rasa lo ga perlu takut or sedih cuma karena dibilang freak. Anggep aj freak yang jenius karena lo hidup di dua dunia.

Semakin freak, semakin unik, semakin bagus. Ga da dua lo di dunia~ Wkwkwk. Terima aje~ XD. =P. Yah, ga tau respon gue nyambung apa kaga. Ntar kek respon mida n septi, dianggep ga nyambung. Tapi smua yang gue tulis kan IMO. Yang gue tangkep. :)) << reaksi ketidakpedulian yang biasanya gue kasih. Halah. Apaan sih gue.

See, keknya gue deh yg freak. :P

Recha_Cute mengatakan...

yah emang lo freak kok, yu. That's why we're so perfect together. Karna kita semua freak! WAKAKAK..XDD

Solix : salam kenal juga..XDD