Senin, Desember 15, 2008

Cinderella Syndrome

Someone said that I have a Cinderella Syndrome.

Cinderella is a girl who has everything and lose everything. She live miserable in the hands of her step mother and her two step sister who treated her like a free house keeper. Sampai pada suatu hari ada undangan dari istana datang ke pintu rumah mereka. Prince Charming is looking for a soulmate (tepatnya bokapnya yang nyariin istri buat anaknya). Cinderella wants to come but she doesn't have a dress and her step mother and sisters don't care about her. Then come the fairy god mother. With the wisp of her wand, a pumpkin turn into a beautiful carriage, two mice turns into horses, etc. Celemeknya yang butut dan bertambal berubah menjadi gaun biru yang sangat indah dengan sepasang sepatu kaca yang terpasang anggun di kakinya. Of course there's a catch. The magic could only stay till midnight. Afterthat... bye2 princess, welcome back house keeper.

So she went to the party and met the prince. The prince is so charmed by the dazzling princess that he ignore all the other ladies and ask her to dance. The bells reminded her that the time has come. She will turn to be an ugly duckling again. So she ran out the door and left one of her glass slipper coz she was in a rush so she tripped and don't get a chance to take the glass slipper. The prince took her glass slipper and planned to find her by trying her glass slipper to every girl in the country. So that's how he find his princess. Berkubang lumpur dan mengenakan pakaian rusuh nan kumuh tapi itulah dia. It's Cinderella.

...And they live happily ever after.

Cerita itu begitu sering gw denger, tonton dan baca dari berbagai versi. Dari versi animasi disney sampai versi manga Shinchan. Dari versi Ever Afternya Drew Barrymore sampai musicalnya Brandy. It's every little girl story. Every girls dream. To find their prince charming with a little help from the fairy god mother. But the problem is.... there is no fairy god mother in the real world. As they got older, they should've realized it and stop hoping that the prince charming would come out of nowhere to cheer them up and to make them live happily ever after.

Damn it. There is no happily ever after. Are you some kind of a doll or something?

So, this person. She said I have a Cinderella Syndrome. Out of the blue she said that to me... And of course I was shock! Whaattt?? Cinderella Syndrome? What the hell is that anyway?

Cinderella Syndrome : Gejala ketika para cewek-cewek mulai mengharapkan kedatangan Prince Charming mereka yang sempurna dalam segala hal akan datang dan menjemput mereka serta menyelamatkan mereka dari kenistaan hidup yang membosankan.

And she said I have a Cinderella Syndrome.

What the--?!

*lirik2 entri gw yang sebelum2nya*

*hela nafas berat*

Ok, I admit it. Gw emang punya gejala Cinderella Syndrome. Tapi itu duluuuuuuuu.... *ditakol karna ngeles mulu* Entah sejak kapan, gw emang punya bayangan klo the right man will come to me on a white horse and rescue me from my boring life. I imagine that the prince charming would've been rich, charming, handsome, tall and he could make me laugh and fall in love with him in just minutes. Butuh berapa lama sampai gw sadar bahwa cowo macam ini ga ada di dunia ini dan that I have to drag my butt out of the chair to find my own version of prince charming (which is not going to be Mr. Perfect but will respect me for who I am)? Ternyata cukup lama sodara2.... ==a (I blame all those comic books--manga serial cantik).

Yap. Setelah usia gw menginjak umur 20-an dan gw memutuskan bahwa (akhirnya) gw cukup umur dan bisa bertanggungjawab atas diri ndiri (boong banget sebenernya, gw cuma akhirnya berani buat godain cowo duluan wkwkwk) and from that moment on... is my dissapointmen (keknya ini typo) beggins to an endless road. Ternyata para cowo-cowo yang ada di sekitar gw *sigh* adalah tipe-tipe cowo yang gw jelaskan di entri gw sebelumnya itu.

Coba bayangkan... udah termind set di otak gw bahwa semua PNS itu pasti brengsek. Mungkin ada segelintir yang baik tapi ga tertutup kemungkinan bagi mereka untuk tergelincir dan melakukan hal yang sama seperti semua orang mengingat lingkungan yang semuanya seperti itu. Kebanyakan PNS yang gw temuin itu semuanya tukang selingkuh. Padahal dah punya anak istri di rumah tapi selingkuh jalan terus. Bahkan bos gw pun sering curhatin pacar-pacarnya ke gw padahal gw tau dia punya istri dan anak dua di rumah. Gimana gw ga mikir klo semua PNS itu brengsek klo yang tersaji di depan mata gw semuanya kek gini?

Dan gw ga mau sama orang sunda. Maaf bukannya gw SARA ya... tapi cowo sunda yang gw kenal dan belum kenal semuanya itu ga cocok ama gw. Mereka semua keknya punya aura sok kuasa pada para ceweknya dan ga nerima klo ceweknya itu ternyata bisa ngomong dan ngeluarin pendapat sendiri. Either they would look you in the eyes with that annoying 'puppy look' or they would take everything you do for granted. Gw pernah pacaran sama orang sunda, FYI. Ampe gw males banget sama orang sunda... :| No heart feeling buat kalian wahai orang sunda, toh gw juga orang Padang tapi gw anti klo harus end up sama orang Padang. Kenapa? Karena yang paling tahu jeleknya orang Padang ya orang Padang lagi. Gw cukup tahu aja... ==a

And this is hard for me. Kek kata istilah gw tadi : kek mancing ikan air tawar di lautan. Ga mungkin ketemuuuuuuuuu.... Gimana cara gw cari cowo mapan yang kerjaannya bukan PNS dan etnisnya bukan Sunda padahal gw tinggal di Sukabumi dan kerja di Pemda-nya. Ironis yang menggelikan, bukan? Ini dia yang bikin gw sangat setuju sekali sama semua pendapat Nyuss. Mana mungkin ketemu di lingkungan gw yang seperti ini. Belum lagi gw orangnya dominan dan keknya orang itu klo liat gw itu selalu dapet kesan kek gw itu ga mau diatur dan ga mau kalah... ya emang bener juga sih. Tapi bukan berarti gw mau dapet cowo yang mau didominasi sama gw dan rela gw injek2 kan? Cowo looser bermental tempe seperti ini bahkan ga mau gw lirik dua kali. Ok, gw emang picky. Tapi daripada gw mengambil alih tugas sebagai kepala rumah tangga nanti ketika gw sudah berkeluarga dan punya suami yang tergabung dalam Ikatan Suami-suami Takut Istri? Ha. Ha. Ha.

Get real.

Tenang aja. I'm trying my best di sela waktu luang gw yang cuma seiprit to enjoy my life. Gw ga mau berkutat hanya diseputaran masalah jodoh ke jodoh lagi. Ha. Ha. Ha. I'm going to find my prince charming because every prince needs a princess. I don't need a fairy god mother. I have God on my side. :)

Tidak ada komentar: