Sabtu, Desember 13, 2008

gw mau baca. (or) Rere mau baca~

~~~ヾ(^∇^)Good morning ♪

Jadi gw kan tinggal di daerah yang mayoritas penduduknya orang Sunda kan nih? (ya iyalah) Dan rata-rata dari mereka itu biasanya ga pernah make kata panggil untuk diri sendiri dengan menggunakan kata-kata kek 'aku' atau 'urang' apalagi 'aing' *dihajar massa*. Mereka selalu memanggil diri sendiri dengan nama.

Seperti misalnya : Rere mau makan dulu ya?

Klo gw kan biasanya : gw makan dulu ya?

Nah, gw itu sangat tidak terbiasa dengan gaya ngomong super halus menjurus ke ganjen seperti itu coz it's just not my style. I know some of you chuckles when you read this. But enough said. Gw emang rada jutek dan radar jaim gw cenderung tinggi pada saat gw masih ABG. Yea, masih teens lah ya. Apa yang di mind set oleh otak gw yang rada oon-nista dan sangat shock setiap kali menerima hal baru (waktu itu) adalah : gila... masa gw manggil diri sendiri pake nama sih? Janggal amat. Kesannya kek gw meng'ganjen'kan diri sendiri sih... o(>< )o o( ><)o

Yea, waktu itu sih gw cuma dapet kesan klo mungkin mereka kek gitu karena memang orang Sunda sangat menekankan sopan santun dan basa basi tingkat tinggi. Well, berhubung gw emang pada dasarnya ga bisa bikin gw sok imut dengan memanggil diri sendiri dengan nama, jadilah gw menyebutkan diri sendiri kalau sedang mengobrol dengan kata 'aku'. Kata ini bergeser menjadi 'gw' setelah gw bergaul dengan anak Daredarou yang mayoritas cowo semua.

Nah, yang gw perhatiin klo misalnya lagi ngobrol dan gw sedang berdua ama temen gw yang suka menyebutkan diri sendiri dengan nama itu adalah : klo misalnya lagi ngobrol, lawan bicara kita itu--yang notabene merupakan kenalan baru--ternyata lebih inget sama nama temen gw itu daripada nama gw. Bukannya gw pengen diinget-inget sih, tapi ternyata cara itu jauh lebih efektif klo misalnya kenalan sama temen baru. Coba klo misalnya lagi ngobrol dan nama dia diulang2 ampe lebih dari 5 kali karena dia merefer dirinya sendiri dengan namanya... Yang jelas sih gw pasti bakalan inget. Soalnya gw orangnya pelupa mampus yang ga bakalan inget sama nama lo dan ga bakalan nanya sapa nama lo kecuali gw menganggap klo lo itu sangat menarik atau kita tergabung di sebuah komunitas atau perkumpulan yang sama jadi anggapannya kita dah saling kenal dan kenalan lagi cuma sekedar formalitas belaka.

Gw pernah coba lho kek gitu.. nyoba merefer diri sendiri dengan nama bukannya pake kata 'aku' atau 'gw'. Rasanya eneg kek mau muntah saking malunya tapi yang jelas orang yang gw ajak ngomong itu ternyata inget sama nama gw..!

What's in a name?

There's everything.

It's our identity.

Ga tau gimana rasanya ga punya nama? Saya sangat merekomendasikan membaca komik 'monster' dan lihat sendiri bagaimana rasanya to be 'nameless'.

Tidak ada komentar: