Jumat, Januari 30, 2009

My Hijab

Buat kalian yang ga udah tau tentang kebimbangan gw beberapa waktu ini tentang kain penutup kepala yang melambangkan eksistansi gw sebagai seorang muslim. Gw akhirnya mengambil sebuah keputusan yang didasarkan dari hasil riset beberapa website yang menampilkan fashion tentang para wanita yang memakai hijab atau jilbab. Agak aneh ya alasannya? Wakakak...XD

Well, gw beberapa waktu ini agak bimbang tentang hijab yang gw pake selama ini lebih karena gw ngerasa klo gw ini kan masih muda ya, gw sedang dalam masa-masa mau menampilkan diri, gw pengen banget meluaskan pergaulan gw, i want to meet a nice guy that really connect with me, i want to wear all those pretty clothes i saw on TV or movies. I simply just want to be like someone that I'm not.

Gw dah cukup eneg sama diri gw sendiri. Gw ngerasa asing sama diri gw sendiri. I feel that I've change. But my changes were just too much. I could hardly recognize myself. Dan itu pun turut mempengaruhi gw dalam mencari kehidupan gw ini. I know that I need to get a life. And I need to find it on my own. Bukannya gw ga menghargai pendapat kalian, para saudara, orang tua dan teman-teman gw yang berharga. Tapi jalan hidup gw bukan ditentukan dari kata-kata orang lain. Jalan hidup gw harus ditentukan dan keluar dari mulut gw sendiri.

OK, fine. Ada beberapa alasan gw yang ga sefilosofis itu, sangat sederhana, sangat memalukan dan gw terlalu malu buat naro alasan-alasan itu disini. Alasan kenapa gw waktu kemaren-kemaren itu sampe sempet-sempetnya bimbang untuk terus memakai hijab/jilbab. Tapi yah, berhubung urat malu gw belom putus jadi gw memutuskan untuk tidak menuliskan alasan-alasan super konyol itu sebagai konsumsi publik ohohoho~

Selama gw dalam masa-masa cobaan dan transisi itu, gw meng-sms atau meng-im temen-temen gw untuk meminta saran atau pun dukungan (yang jelas odong2 banget karena ga mungkin mereka bakalan ngedukung keputusan super odong2 kek gini *ketawa garink*). Kebanyakan dari mereka ngasih saran atau cuma cengo aja ngeliat gw tiba-tiba sinting begini. Tapi yah, mereka kan ga tau aja. THey don't know how weak I am. I'm a mere human, right?

Akhirnya gw pun mencoba melihat-lihat dari dua sisi. Bukan dari sisi spiritual kek shalat istikharah atau shalat tahajud atau dzikir karena yah, mau diliat dari sisi manapun, jelas yang akan gw lakuin ini salah. Gw juga tau klo apa yang gw lakuin ini salah. Tau salah tapi tetep dikerjain juga. Itu yang namanya manusia. I'm only human. Harap dicatat. Gw melihat dari dua sisi dari sudut pandang gw sendiri. Kira-kira jika gw menjalani hidup sebagai non-hijab person, hidup gw bakalan kek gimana, dan kalau gw terus pakai hijab, bakalan kek gimana juga. Dan ketika gw mencari situs-situs yang akan kira-kira akan membuat gw lebih semangat dalam mengenakan jilbab, gw menemukan blog-blog para wanita-wanita di luar negeri yang pada pake hijab dan abaya (baju kurung) padahal mereka rata-rata seumuran dengan gw. Dan ga tanggung-tanggung, mereka itu tinggal di negeri barat yang notabene klo lo keluar dengan baju/hijab lo bakalan dipelototin atau disinisin parah sama para rasis freak itu.

Blog-blog mereka itu semakin dibaca, gw ngerasa semakin konek dengan mereka. Kenapa? Karena mereka ini cara pikirnya sama kek gw. Jadi mereka ini awalnya bukan muslim tapi masuk Islam ketika mereka belajar tentang Islam. Padahal mualaf tapi mereka pakaiannya jauh lebih tertutup daripada gw. Dan mereka tetep memperhatikan make up dan pake highheel lhow. Emang cewe mah. Lol.

So... I decided that I will stay the way I am right now. I want to try to grow up. To become an adult. Masa gw mau begini-begini aja terus? Mau sampai kapan gw mau menolak menjadi dewasa? Manusia terus berkembang. Manusia terus berubah. Dari tiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Manusia terus berubah. Entah manusia itu yang berubah atau lingkungan yang berubah.

Hanya ada dua hal yang pasti di dunia ini : Setiap orang pasti akan mati dan tidak ada hal yang tidak berubah di dunia ini.

Rabu, Januari 28, 2009

LOL

Buat yang ga tau kepanjangan dari LOL, arti dari LOL adalah : Laughing Out Loud.

Gw tau arti dari LOL ini tuh setelah bertahun-tahun gw main inet baru gw sadar apa itu arti dari LOL. Tadinya gw pikir itu cuma semacam istilah orang bule yang gw ga ngerti doank. Slank Inggris gitu. Pas tau artinya gw langsung : "Ealah....~" Intinya, I love to laugh. Ga nyambung ya? Wkwkwk.. Ya disambung-sambungin dunk ah. Apa gunanya tali? XDD

Tawa adalah bagian keseharian gw waktu gw masih kecil. I always thought that I have a weird sense of humour. Ga cuma masalah hal-hal yang secara general emang dianggal lucu kek dulu gw bisa ngakak sampe sakit perut nonton Patrio jaman-jaman mereka masih berjaya di TPI, atau gw bisa relain begadang demi nonton Srimulat super kocak di Indosiar. Yeah, emang sih semua orang juga bakalan bilang klo mereka itu lucu dan bakalan ketawa klo ada adegan yang kocak, tapi gw ga cuma ketawa di situ aja. Gw sering banget ketawa klo misalnya gw nemu ironi-ironi dalam sikap atau perkataan orang-orang di sekitar gw. Padahal orang lain ga ada yang nganggep itu lucu. Tapi gw selalu beranggapan klo itu tuh lucu. Klo gw ga punya sense of humour gw yang amat sangat penganehan itu, mungkin gw dah setress beneran kali ya sekarang. Soalnya sesuai dengan tampang gw yang amat sangat serius, gw ini orangnya juga tipe orang yang serius. Apapun gw pikirin. Dari kecil! Jadi wajar aja sekarang gw ubanan biarpun gw selalu bilang klo uban gw itu karena faktor genetik soalnya om gw juga ada yang rambutnya udah ubanan kek kakek2 padahal dia baru 30-sumthing.

I like my weird sense of humour. Coz it made me survive till this very moment. Coba bayangkan seorang manusia tanpa selera humor yang bagus tentang hidup. Yea, semua hal yang cuma sekedar numpang lewat dalam dunia yang fana ini bakalan dipikiriiiinnn terus sampe ga ada abis-abisnya. Padahal kejadian yang dia pikirin itu juga ga bakalan terus terjadi atau malah dah lewat jadi ga ada gunanya mau dipikirin juga soalnya mau dipikirin sampe botak juga kejadian yang sudah terjadi ya ga bakalan balik lagi dan berubah dengan sendirinya cuma karena kita selalu mikirin hal itu kan? Sebaliknya, klo gw pribadi, gw selalu aja bisa menemukan sisi humor dari setiap situasi paling menyebalkan dalam hidup gw. I always find something to laugh about.

Gw merasa hidup karena gw bisa tertawa dengan bebas. Klo kata Warkop DKI mah, tertawalah sebelum tertawa itu dilarang.

Nah, hari ini gw dikasih forward-an email dari temen gw, Jun, yang intinya adalah bercerita tentang the best husband award. Di dalam email itu sendiri isinya adalah foto-foto dari para istri super yang bisa ngangkut barang2 super berat sementara suaminya sendiri melenggang santai tanpa ngebantuin sedikit pun. Buat gw itu biasa-biasa aja, sampe gw liat kalimat terakhir di email forward-an itu.

Remember, You Don't Stop Laughing Because You Grow Old,
You Grow Old Because You Stop Laughing.

I said : whaaatt?!

Why did it hit me so bad? Karena gw sangat menyadari betapa jarangnya gw ketawa belakangan ini. Entah karena gw emang mengautis sampai menghindari sentuhan manusia, entah itu karena gw emang ga menemukan sesuatu itu lucu, entah karena selera humor gw mengering dan semakin sinis along the way, entah karena gw......... menjadi dewasa dan tua lalu mati dalam keadaan kesepian, penuh kerut dan juteknya minta ampun?

Help me!!!

Selasa, Januari 20, 2009

[Rimu] What you don't know, doesn't hurt you

Tadi pagi gw beli ketoprak..

Gw : "Bang, bungkus"
Abang Tukang Ketoprak : "Cabenya berapa?"
G : "Satu aja"
ATK : *ngulek2*
...
ATK : "Cabenya berapa?"
G : "Satu aja"

(Hmm, kayaknya gw de javu nih..bukannya tadi dia udah nanya ya?)

G : "Bawang putihnya banyakin ya bang"
ATK : *kupas2 bawang putih*
...
ATK : "Sayang nih bawang putihnya pada dibuang-buangin sama orang-orang, kan lumayan kalo dikumpulin"

(WHAT THE ??!! Berarti itu bawang putih bekas pungut dong? EYAKK..!!)

Dan satu lagi yang gw sayangkan dari tukang ketoprak itu : He spoils the peanut sauce..!! What an amateur.. ckckckck

Tapi gw salut sama abang-abangnya, jarang loh ada orang dagang yang mengakui kecacatan pada suatu produk yang dijualnya...hebat..hebat...Masih ada orang jujur di jaman krisis seperti ini...salut.


Lalu apa yang terjadi pada bawang putih tersebut?

Gw makan aja..bodo amat... :p

Senin, Januari 19, 2009

A smile and mother words

My mother asked me this morning : "Did you ever smile?"

DID I EVER SMILE?

My mom worried about my over addiction with the internet, she worried that i don't hang out with the people i work with, she worried that i don't get enough sleep, she worried that i don't pray 5 times a day, she worried that i don't drink a drop of water for days, she worried that i don't eat propperly, she worried that i don't ever gonna get married, she worried about me. God knows that all of her worries is all true.

Did I ever smile?

Yes, mother. I smile. But not in front of you.

Rabu, Januari 14, 2009

Being an adult

Ada beberapa hal yang saya perhatikan dari orang-orang dewasa di sekitar saya. Berhubung saya kerja di lingkungan yang orang-orangnya jauh lebih tua dibandingkan saya sendiri dan kalau pun saya pulang ke rumah, pergaulan yang sempit dengan tetangga yang nyaris ga ada yang seumuran berhubung yang seumuran dengan saya rata-rata sibuk kerja atau sudah berkeluarga jadi saya pun kalau di rumah cuma berkutat dengan laptop, tipi, WC, kamar tidur... aaanndd my parents, of course.

1. Rasa humor orang dewasa itu aneh. Berkurang drastis ke yang paling minim dan biasanya mereka tertawa disaat sedang berbasa-basi. Padahal ga ada yang lucu!
2. Orang dewasa mempunyai konsep yang berbeda dengan kita-kita yang masih berumur belasan dan diawal umur 20-an. Mereka menganggap teman sebagai 'koneksi' atau 'kenalan'. Teman mereka yang dianggap cukup dekat adalah para saudara-saudara mereka. Padahal gw sendiri beranggapan kalau temen-temen gw itu jauh lebih menarik dan deket dibanding para saudara gw yang bulls**t kabeh.
3. Mereka itu rata-rata gila hormat. Sepertinya sangat menuntut untuk dihormati oleh orang-orang yang dianggap lebih rendah dari dirinya sendiri seperti dari atasan ke bawahan atau dari orang tua ke anak. Maksud gw sih itu bagus juga, tapi terkadang itu jadi membatasi hubungan manusiawi antara orang tua dan anak atau antara atasan dengan bawahan.

Sejauh ini cuma itu yang gw notice dan kepikiran di otak gw. Yeah, klo ada lagi yang kepikiran tar gw tambahin.

FYI, bukannya gw ga ngerasa jadi orang dewasa atau masih ngerasa kek anak kecil. Gw mengakui kok umur gw 24 tahun dan sebulan lagi gw dah 25 tahun. Harusnya gw dah dianggap orang dewasa oleh kebanyakan orang kan? But consider me as an anomali. Gw ngerasa kalau mungkin fisik gw dah dewasa tapi secara mental.... well, let's just say it's still on working progress. Toh yang membedakan anak kecil dengan orang dewasa, despite of their age or physics, adalah dari cara mereka menghadapi dan menyelesaikan sebuah masalah dalam hidup mereka. Seperti kata pak Mario Teguh : "Hidup ini adalah proses pemberanian diri."

Senin, Januari 12, 2009

Anonymous

Akhir-akhir ini gw sering ketemu dengan istilah anonymous. Yeah, memang benar kalau di NW (Net World) itu terkenal dengan ke-anonymous-annya. Dalam artian, siapapun yang berbicara dengan gw dibalik jaringan internet yang tampak di depan layar kaca ini, tidak akan tampak identitasnya. Gw ga bakalan tahu siapa nama aslinya, kehidupan aslinya, wajah aslinya, dsb. You could lie about everything. Your identity, your face, etc. Dan ga bakalan ketauan kecuali lawan bicara kita punya kemampuan dan kemauan untuk nge-trace IP kita sampe ke daerah mana. Dan itu pun ga bakalan sampe ketauan identitas lo. Cuma bakalan ketauan sebenarnya lo tuh tinggal di daerah mana. Misalnya ngaku-ngaku tinggal di Amrik padahal setelah di cek IP-nya tinggalnya di Papua, atau sejenisnya wkwkwk...XD

Satu hal yang buat gw nyaman berkelana di NW adalah ke-anonymous-an gw. Ga ada seorang pun yang tahu dan mau tahu tentang kehidupan gw ataupun kegiatan sehari-hari gw. Gw bisa dengan bebas mengeluarkan pendapat gw tanpa ada bias karena pengaruh appearance gw. Gw bisa chat atau janjian berleyeh-leyeh ria dengan teman gw main game bareng tanpa harus repot-repot mandi, dandan, memutuskan make sepatu mana yang kira-kira cocok tanpa bikin lecet sampe berdarah (ya, kemaren baru kejadian soalnya ==" ) dan ngitungin berapa sisa duit yang tersedia di dompet gw (berhubung gw pake inet unlimited dengan harga lumayan murah). Gw bisa tampil kucel and the kumel tapi orang yang ada di seberang layar kompi gw itu kan ga bakalan tau. Kek dia bisa liat aja kecuali gw sengajain pake webcam huahuahua...XD

Gw baru sadar the power of anonymous ketika gw kemaren ngumpul2 sama ibu2 dari forum fashionesedaily.com. Itu adalah forum yang bener-bener fokus ke fashion dan make up. Gw tahu gw butuh pengalihan dari daily routine gw so I joined that forum berhubung gw emang dah cukup umur untuk tahu dan belajar tentang fashion dan make up. Gw sendiri sebagai cewek single dengan pendapatan yang tipis ini sempet ngerasa minder tiap kali liat bacaan di forum itu yang ngebahas tentang playgroup anak, foto-foto pre-wedding, atau fashion spree di Zara... ckckck.. really out of my league. Tapi toh, gw butuh bersosialisasi dengan orang-orang yang diluar comfort zone gw. Gw harus meluaskan pergaulan gw dengan orang-orang se-variatif mungkin. Jangan membatasi diri karna that's not how life work. I'm testing myself to see if I could adjust to different type of people. I don't know if I succeeded or not but they're really nice people.

Anyway, gw baru-baru ini menyadari kenapa gw begitu lengket sama layar laptop gw dan ga bisa pisah sama sambungan inet gw. Perbedaan mencolok kenapa gw bisa sedikit lebih longgar terhadap no internet rules ketika lagi nongkrong sama temen-temen gw dan klo nyokap gw lagi desperate butuh temen ngobrol dengan saat gw lagi di kantor dan sama sekali (harap dicatat) ga bisa lepas dari koneksi inet gw. Jawabannya : karena klo gw menoleh ke samping, gw akan sadar klo ternyata gw ini sedang sendirian.

Kantor gw itu sepiiiiiiiiiiii klo misalnya udah mulai sore menjelang malem. Klo dah masuk malam hari apalagi. Kadang-kadang satu kantor klo lagi banyak duit, pada cabut semua pada jalan entah kemana meninggalkan gw sendirian dengan sang satpam kantor (berhubung gw ga demen jalan ke tempat bilyard atau ke karaokean) dan laptop yang tersambung dengan inet. Dulu sebelum jaman ada speedy, pada ninggalin gw pun, gw masih bisa cuek karena gw sering make inet pake telkomnet instan dan make fasilitas kantor yang namanya TELPON dengan gila-gilaan huahuahua..XD Soalnya sepiiiiiiiiiiiiii. Ga kek kost-kostan yang kiri kanan masih ada tetanggaan. Di sini mah cuma ada dikit banget yang emang kek gw, sengaja stay di mess kantor.

Dengan adanya internet, gw ngerasa klo gw ga sendirian. Gw ada teman. Biarpun ada di seberang layar laptop. Entah dimana.

Kamis, Januari 08, 2009

My version of wedded wife

Sang Istri (newly wed) bangun pagi sama seperti sang suami. Dia menyiapkan sarapan untuk sang suami yang berangkat lebih dulu daripada dirinya sendiri sambil menunggu suaminya selesai bersiap-siap. Rambutnya disanggul atau disisir atau dijepit agar tidak mengganggu saat masak sekaligus bisa terlihat rapi pada saat yang bersamaan. Sang suami keluar dari kamar sudah rapi lengkap dengan dasi. Sang istri tersenyum menyambut sang suami yang baru selesai bersiap-siap sambil menuangkan nasi goreng sosis dan kornet diatas piring. Mereka sarapan bersama. Sang suami membaca kompas, sang istri nonton infotainment di TV yang ditaruh dekat meja makan. Ketika mereka selesai sarapan, sang suami beranjak ke pintu. Sang istri mengantarkan. Sang istri mencium tangan sang suami. Sang suami mengelus rambut istrinya yang agak berminyak karena belum dicuci lalu mencium kening sang istri yang belum dibedak.

Sang istri kemudian membereskan rumah dan bersiap-siap untuk memasak makan malam bersama sang suami. Sang suami pulang dari kantor dan mendapati sang Istri sudah berdandan siap menyambut sang suami yang pulang dari kantor. Mereka berdua makan malam bersama sambil bercerita tentang kejadian yang dialami hari itu oleh keduanya.

***

Pagi hari lagi sepuluh tahun kemudian. Sang istri tetap bangun bersamaan dengan sang suami dan anaknya yang sudah bersekolah. Sang istri menyiapkan sarapan untuk sang suami dan anaknya lalu mereka sarapan dengan tenang sambil berbincang-bincang satu sama lain. Sang ayah berangkat lebih dulu. Sang istri mengantar sampai ke pintu dan mencium tangan sang suami. Sang ibu membangunkan anak keduanya yang belum cukup umur untuk sekolah sambil mengurusi anak pertamanya yang bersiap untuk berangkat ke sekolah. Uang saku dan bekal sudah diberikan, sang anak pun beranjak ke sekolah setelah mencium tangan sang ibu.

Sang ibu pun membereskan rumah sambil bermain dengan anaknya yang masih kecil. Siang hari ia menyiapkan makan siang untuk anaknya yang pulang dari sekolah lalu menyuruh kedua anaknya tidur siang setelah makan agar ia bisa membereskan rumah dan menyiapkan makan malam. Sang ayah pulang dari kantor dengan wajah lelah dan kesal. Sang istri menyambutnya sambil tersenyum lalu mencium tangannya. Sang suami duduk di kursi lalu mulai berkeluh kesah tentang bosnya yang menyebalkan sementara sang istri mendengarkan sambil mengantarkan kopi untuk sang suami dan teh untuk dirinya sendiri serta susu untuk anak-anaknya. Mereka berkumpul di ruang tengah sambil menceritakan kejadian hari ini.

Makan malam tiba dan seisi rumah berkumpul di meja makan. Selesai makan malam, kedua anaknya bermain dengan sang ayah sementara sang istri membereskan sisa-sisa makan malam. Mereka semua berkumpul di depan TV atau radio sambil bercerita dan bercanda. Kue dan susu tersedia di atas meja bagi semuanya.

***

Sang istri terbangun lebih awal dari sang suami. Sang istri menyiapkan sarapan untuk sang suami. Sambil menunggu sang suami terbangun, sang istri pun menyiram bunga di halaman. Sang suami terbangun dan sang istri pun menyiapkan kopi serta sarapan untuk sang suami. Sang suami mandi sementara sang istri membereskan sisa-sisa sarapan. Sang suami membaca koran sementara sang istri membereskan rumah. Sang istri dan sang suami pun menghabiskan sisa hari mereka sambil berbincang dan merencanakan kegiatan mereka hari itu.

***

Sang istri terbangun dari tidurnya lalu menyiapkan sarapan. Setelah ia sarapan lalu sang istri pun mengurusi kebunnya dan membereskan sisa sarapan. Setelah berdoa bagi sang suami yang telah tiada, sang istri pun pergi bersama anak dan cucunya berjalan-jalan ke mall. Sang istri pulang ke rumah lalu beristirahat sampai malam tiba. Sang istri pun makan malam sambil menonton TV lalu tidur.

***

Setelah menikah, seorang perempuan berubah status dari anak perempuan menjadi istri. Setelah mempunyai anak, seorang perempuan tidak berubah status menjadi ibu. Mereka bertambah statusnya menjadi ibu. Jangan pernah lupakan status kalian sebagai istri, karena setelah anak kalian keluar dari rumah, status seorang perempuan berubah menjadi istri lagi.

Rabu, Januari 07, 2009

Minder

*lirik judul di atas* Yeah.. saya memang minderan orangnya

Dari semua sifat-sifat jelek gw, gw paling benci kenyataan bahwa gw ini orangnya sangat minderan sekali. Karena itu menunjukkan ketidakpede-an gw. Dari dulu keknya gw selalu aja minderan dan sekarang gw beranggapan bahwa percaya diri gw dah cukup tinggi untuk bisa mengatasi keminderan gw yang udah tingkat akut ini. Tapi ternyata... yang namanya hidup itu bener-bener up and down ya? Gw yang tadinya dah happy-happy aja punya hidup yang menyenangkan seperti ini ternyata bisa jatoh lagi ke lembah kegelapan yang namanya 'minder'.

You have no idea how miserable it is to be a person that always think low about about themselves. Belom lagi setiap kali ngeliat orang lain kita langsung aja ngebanding-bandingin diri kita sama orang lain. Keknya orang lain itu semuanya have the perfect life dan cuma kita sendiri dan orang-orang tidak beriman yang paling menderita di dunia ini. Pokoknya hidup gw bener-bener rock bottom banget deh. Paraaahhh..

I hate that.

Gw selalu menyalahkan keadaan gw yang menderita naujubillah ini pada kondisi keuangan gw yang memang ga memungkinkan untuk melakukan hal-hal yang selalu gw pengen. Dan memang benar... setelah sekarang gw dah kerja, punya temen, belajar bergaul dengan baik, belajar dandan, mampu beli apapun yang gw pengen, bisa dan mampu (tapi ga punya waktu) belajar apa aja yang gw pengen selama ini, percaya diri gw emang nambah 100 kali lipat. Rasanya I have the power to controll my life. It feels so great to be in controll. I can do whatever I want. I can build or destroy my life.

But the fact is... people just never get enough do they? I mean, gw sekarang udah menjalani 'the perfect life' I've always wanted. I have a job, good money, great boss, get a degree (postponed for a while), I have great (not-so-ordinary) parents, a great sister, wonderfull friends, I can go for holidays, etc. But I still feels that is not enough. I always look up, not that I never look down and feel gratefull for what I have right now but... it's just never enough.

When will I feel content? To feel enough? To feel good about myself just the way I am?

Sabtu, Januari 03, 2009

Dreams

Setiap orang punya mimpi. Mimpi itu diimpretasikan dalam berbagai bentuk. Cita-cita, target, resolusi awal tahun, dsb. Sayangku, aku tidak punya mimpi. Kau boleh bermimpi, katanya. Umurmu masih muda, perjalanan masih panjang, kata mereka. Kejarlah impian dan cita-citamu setinggi langit, kata Pak Guru.

Tapi Sayangku, aku tidak punya mimpi, target, ambisi, cita-cita... dan resolusi awal tahun.

Ketika semua orang berlomba menuliskan resolusi awal tahun, aku hanya diam hampa menatap kalender yang berganti angka dari 8 menjadi 9. Sayangku, aku tahu semua orang harus punya mimpi. Kalau tidak apa arti hidup mereka di dunia ini. Aku melihat resolusi semua orang. Indah, muluk, cita-cita dan mimpi yang manis.

Tapi Sayangku, aku tidak punya mimpi, target, ambisi, cita-cita... dan resolusi awal tahun.

Tanggalan kalender berubah setiap hari tapi duniaku rasanya berjalan hanya lurus dan tak berkelok. Dunia yang berwarna-warni dimataku hanya warna abu-abu yang terlihat. Sayangku, kemarin aku melihat sebuah film picisan dari Indonesia yang bercerita tentang sepasang sahabat. Yang satu mempengaruhi yang lain dengan cara yang negatif. Ketika sang Ayah bertanya kepada si anak : "Kenapa, Nak? Apa yang kamu mau sebenarnya?" Si anak menjawab : "Hidup yang tidak sempurna." Keduanya berlinangan air mata. Hidupku tak sempurna, tapi manusia tak pernah ada puasnya.

Sayangku, berikanlah aku mimpi, agar aku bisa memandang masa depan dengan harapan.

Sayangku, berikanlah aku warna, agar aku bisa melihat dunia yang indah ini.

Sayangku, berikanlah aku cita-cita, agar aku bisa merasa lebih hidup.

Selamat tahun baru.

Jumat, Januari 02, 2009

Gathering IndoHogwarts

Buat yang ga tau apa itu IndoHogwarts, silahkan scroll mouse anda ke bawah karena terus terang, saya lagi malas untuk menjelaskan. IndoHogwarts adalah komunitas web yang paling akrab, kompak dan cocok yang pernah gw temuin. Biar kata gw sekarang dah malesss banget sama yang namanya RPG tapi gw tetep ga mau dan ga bisa ninggalin IH semudah itu. Soalnya gw sangat sayang sekali dengan member dan stap IH yang semuanya seru-seru. Pokoknya seruuuu.. Kita punya hobi yang sama yaitu baca, nonton, makan, tidur, boker, dsb. Punya interest yang sama terhadap banyak hal, klo ngobrolin apa pun pasti nyambung dan sense of humour kita pun nyambung. Apalagi gw dengan sense of humour gw yang penganehan.. satir klo kata Aji mah.

Gimana ya? Abis keknya dengan becandaan gw yang ga semua orang bisa konek dan sangat berkesan menyindir begini, ga semua orang bisa nerima begitu aja. Makanya gw jarang banget ngeluarin becandaan karena takut orang jadi kesinggung. Tapi mereka bisa nerima dan bahkan nyambung dengan gaya becandaan gw yang kek gini. Gw menganggap mereka semua sebagai temen-temen yang berharga. Dimana lagi gw bisa nemu temen-temen yang punya satu taste, hobi, sense of humour walaupun kita semua berbeda dalam segala hal. Ada yang masih SMP, SMA, Kuliah, masa penyusunan skripsi, nganggur, kerja. Ada yang di Jakarta, Bandung, Malang, Palembang, Amrik, dsb. Dengan segala latar belakang keluarga, lingkungan, umur dan daerah yang berbeda-beda kita semua tetep nyambung dalam berbagai hal. It's so cool.

Dan IH adalah forum komunitas web yang cukup sering mengadakan gathering lhow. Buktinya selama tahun 2008 ini banyak banget acara gathering. Baik di Bandung, Bogor maupun di Jakarta. Biarpun gw lebih sering ikutan gath yang di Jakarta karena lokasi dan emang Jakarta yang paling sering ngadain gath, tapi buat gw semua acara gath IH itu pasti seru-seru.

Acara Gath IndoHogwarts tahun 2008 yang gw ikuti :

Gath IH di Ancol

Waktu itu gw dateng telat jadi ga ada di pic ini. T_T
Oh, well. Jadi dari kiri ke kanan ada Mida, Abay, Cicak, Thiwy, Lian dan Wahyu (berdiri) trus Talith, Reza dan Thy (duduk).
Ceritanya kita gathering sekalian rapat untuk acara GathNas IH yang (waktu itu) belum ketauan mau diadakan dimana. Dari yang tadinya mau diadakan di Ancol ampe ga jadi karena waktu kita ke sana, giling, itu Ancol penuuuhhh.. Mau pada duduk dimana ntar? So, diputuskan untuk mengadakan GathNas-nya di Monas aja. Dan sepertinya Monas udah menjadi tempat resmi untuk acara gath IH yang kira-kira bakalan numplek blek yang dateng buat gath ke Jakarta berhubung tempatnya gratis dan luas wkwkwk...XD

(Thiwy, Ayu, Thy, Talith, Haruhi, Abay, Wahyu, Cicak, Mida, gw, Reza dan Vinzzz)

Kita rapat nentuin acara dan tempat GathNas di A&W Ancol. Ada cerita lucu waktu kita mau ke tempat makan (A&W) dari tempat kumpul kita, ceritanya taksinya kan ga muat tuh.. akhirnya Abay sama Vinzzz nekat jalan dari tempat kumpul ke resto fast food A&W yang jaraknya lumayan jauh itu. Gile, si Vinzzz sama Abay kocak banget pas muncul-muncul di A&W wkwkwk..XD

(Haruhi, Reza, gw, Wahyu, Thy, Mida dan Lian)

Oyah, selesai rapat kita mutusin untuk jalan-jalan di Ancol. Kebetulan deket A&W ada laut tempet leyeh-leyeh gitu. Trus ada penyewaan perahu juga jadi kita bisa bareng-bareng naik perahu ke tengah dan balik lagi. Cicak sama Ayu sempet main Titanic gitu di perahu wkwkwk..XD Gw benci banget sama laut Ancol. Kotor dan mirip empang. :|

Gath PIM (Gath pertama kali gw ama anak IH nih)



(Talith, Thy, Mia, Wahyu, Mida, Tasha, Thiwy, gw)

Ini adalah pertama kalinya gw kenal dengan para PM di IH. Klo ga salah waktu itu seruuu banget. Kita ngomongin plot, ngomongin chara terkenal yang bernama Marie Ann yang bokapnya dicurigai merupakan pemilik pabrik syal dan sapu tangan saking seringnya dia bagi-bagi syal dan sapu tangan wkwkwk..XD Tapi dari sini kita semua makin deket satu sama lain dan gw yang tadinya paling malesh berhubungan dengan PM para chara karena menurut gw bikin main RPG jadi kurang seru, akhirnya malah jadi ketagihan gath. Lumayan buat mengisi waktu luang wkwkwk..XD

Gath di JACC dan Plaza Indonesia



Ceritanya kan ada acara Jejepangan gitu di JACC dan kebetulan kita-kita yang pada tinggal deketan di Jakarta ada beberapa yang emang demen Jejepangan gitu. Akhirnya kita pada janjian mau ketemuan di JACC sekalian gath. Buat gw ini adalah gath dua komunitas sekaligus. Gath IH sama gath DD. Nah, pas ketemuan disana, kebetulan gw sama Wahyu yang ulang tahunnya deketan ditagih traktiran. Jadilah kita nyasar ke Plaza Indonesia yang jaraknya lumayan deket dari JACC ke Sushi Tei dimana Lian udah menunggu disana.


Katanya mau ada Nicho juga tapi tu anak malah ga dateng. Abis nganterin Lian ke PI tu anak ilang. Padahal gw penasaran sama Nicho lhow. Setelah acara traktiran yang cukup menguras kantong gw dan Wahyu itu. Kita pun beranjak ke foodcourtnya dan acara sesi foto-foto pun berlanjut wkwkkw..XD


Agak blur sih tapi mari kita salahkan kameranya Ayu karena ke-blur-annya wakakakak..XD Acaranya dari pagi sampe malem bangeeettt.. dan gw juga ampe ga ketemu-ketemu sama anak DD. Sorry guys. Ketemu cuma bentar banget sama anak DD nih.

Gathering Nasional (Monas, Jakarta)

Keknya gw terlalu males buat nyebutin satu-satu orang-orang yang ada di dalam foto ini wkwkwk..XD Yeah, pokoknya acaranya tuh seru banget, ribet banget dan capek banget. Banyak masalah tapi intinya acaranya ndiri tuh fun banget. Dan rame banget yang jelas. Terdiri dari member IH, HPI dan IHP yang dijadiin jadi satu.


Ini waktu acara berlangsung. Acaranya seru, yang dateng juga banyak. Dan berhubung gw males nunjukin di dalem foto ini ada siapa-siapa aja, mari main tebak-tebakkan ini belakang kepalanya siapa wkwkwk..XD


Nah ini waktu kita lagi di hutan terlarang foto-fotonya. Tempat acara diadakan. Ini foto yang tidak blur-nya wkwkwk..XD Yeah, pokoknya hidup narsis! XDD

Gathering WBD


Yak, para Tim Quidditch IndoHogwarts pun beraksi melawan Tim Quidditch IHP. Biarpun kita KALAH.. tapi tetep keren. Narsis poreper dunk wakakak..XD Good job fellas..XD Berhubung acara WBD riweuh banget dan gw ga pegang foto-fotonya, jadi gw cuma save foto-foto waktu pada main quidditch aja. Klo mau cari-cari yang lain ya coba tanya aja sama Ayu kali aja dia punya arsipnya karena dia biasanya yang jadi sesi dokumentasi.

Gathering Blok M Plaza


Ga mo kalah sama anak Bandung yang kemaren baru foto studio bareng, kita-kita anak Jakarta juga bikin foto studio bareng dunk. B-) Biarpun sebenernya ada Fuma yang ikutan gath nonton Laskar Pelangi di Blok M Plaza tapi berhubung dia alergi kamera, makanya dia ga ikutan foto. Ga kek Asril yang emang asli narsis, akhirnya kita foto tanpa Fuma. Sempet terjadi adegan kejar-kejaran dan ngumpet-ngumpetan tas dan hape juga lhow. Fuh, repot banget. :|



Another foto studio. I luv this pic. :x

Gathering IH Puncak


Ini waktu udah di Air Terjun dan gw embat dari picnya Ayu. Sayangnya gw ga ikut ke situ gara-gara gw dah pulang dan harus kerja. Yang ga ada di pic itu tapi ikut ke Puncak itu gw, Abay sama anak Bandung berhubung Mbak Yuni harus balik ke Bandung buru-buru karena harus kerja juga. :| Ah! Sebel ga bisa ikut ke Air Terjun. :|


(Aji, Asril, Talith, Rahma, Kacang, Wahyu, Thiwy dan Lian)

Ini waktu di Cibodas dan gw ga ikutan juga karena dah pulang... so.. no comment. :| *sirik mode MAX*


Villa kita selama di Puncak. Mungil tapi pemandangannya KEREN ABIS dan villanya sendiri sangat nyaman. Tempat beli makanan pun tersedia biarpun agak jauh. Terbukti anak IH adalah pemalas tingkat Master karena biarpun ada tempat beli makanan, beberapa orang (tepatnya hampir semuanya) males banget naik ke atas deket jalan raya buat beli makanan dan memilih mengganjal perut dengan snack dan mie gelas. Ckckck.



Ini waktu di Kedai Kita ngumpul bareng anak-anak Bogor, Jakarta, Depok, Bandung dan sekitarnya (gw maksudnya wkwkkw). Salahkan ke-blur-an foto dan warna biru geje itu pada kamera Kacang..XDD

Gathering 1 Year of Magic


Ini waktu acara dah selesai dan anak-anak dah pada berguguran (termasuk gw.. :|). Jadi waktu acara dah mau selesai, sama panitia dibagiin kertas dan peserta gath disuruh mengeluarkan alat lukisnya masing-masing. Grup Slyth dah sama sekali ga ada kecuali Mida WAKAKAK..XD Sementara yang paling banyak tersisa adalah Grup Raven yang sebenernya PMnya yang ikut gath buanyak banget tapi klo RP dikit banget yang eksis dan seksi WAKAKAK..XDD Nah yang ditunjukin di tengah itu hasil karya anak Raven yang emang kompak2.



Ini waktu acara games berlangsung. Kita dibagi dari 4 grup berdasarkan warna baju yang dipakai karena menandakan asrama masing-masing. Ada merah, biru, ijo dan kuning. Nah, anak Raven dan Hapel itu buanyak banget sementara anak Slyth dikit banget dan anak Gripi masih bisa dibilang cukup banyaklah. Sebenernya kita dibagi tempat duduk jadi 4 bagian tapi ini jadi nyatu gini gara-gara dah pindah-pindah waktu acara berlangsung wkwkk..XD

Masih banyak lagi sih foto-fotonya tapi sumpah gw ga sanggup aplotnya. Ini nungguin aplot tiap foto aja bisa ampe setengah jam. :|

Enjoy. :) *terutama muka gw yang cantik jelita ini* :-"

Kamis, Januari 01, 2009

Colours of Life

Life is colourfull. There's white, black, red, blue, green, etc.

I can't see any other colour than grey.

Can someone show me any other colour than grey?