Kamis, Januari 08, 2009

My version of wedded wife

Sang Istri (newly wed) bangun pagi sama seperti sang suami. Dia menyiapkan sarapan untuk sang suami yang berangkat lebih dulu daripada dirinya sendiri sambil menunggu suaminya selesai bersiap-siap. Rambutnya disanggul atau disisir atau dijepit agar tidak mengganggu saat masak sekaligus bisa terlihat rapi pada saat yang bersamaan. Sang suami keluar dari kamar sudah rapi lengkap dengan dasi. Sang istri tersenyum menyambut sang suami yang baru selesai bersiap-siap sambil menuangkan nasi goreng sosis dan kornet diatas piring. Mereka sarapan bersama. Sang suami membaca kompas, sang istri nonton infotainment di TV yang ditaruh dekat meja makan. Ketika mereka selesai sarapan, sang suami beranjak ke pintu. Sang istri mengantarkan. Sang istri mencium tangan sang suami. Sang suami mengelus rambut istrinya yang agak berminyak karena belum dicuci lalu mencium kening sang istri yang belum dibedak.

Sang istri kemudian membereskan rumah dan bersiap-siap untuk memasak makan malam bersama sang suami. Sang suami pulang dari kantor dan mendapati sang Istri sudah berdandan siap menyambut sang suami yang pulang dari kantor. Mereka berdua makan malam bersama sambil bercerita tentang kejadian yang dialami hari itu oleh keduanya.

***

Pagi hari lagi sepuluh tahun kemudian. Sang istri tetap bangun bersamaan dengan sang suami dan anaknya yang sudah bersekolah. Sang istri menyiapkan sarapan untuk sang suami dan anaknya lalu mereka sarapan dengan tenang sambil berbincang-bincang satu sama lain. Sang ayah berangkat lebih dulu. Sang istri mengantar sampai ke pintu dan mencium tangan sang suami. Sang ibu membangunkan anak keduanya yang belum cukup umur untuk sekolah sambil mengurusi anak pertamanya yang bersiap untuk berangkat ke sekolah. Uang saku dan bekal sudah diberikan, sang anak pun beranjak ke sekolah setelah mencium tangan sang ibu.

Sang ibu pun membereskan rumah sambil bermain dengan anaknya yang masih kecil. Siang hari ia menyiapkan makan siang untuk anaknya yang pulang dari sekolah lalu menyuruh kedua anaknya tidur siang setelah makan agar ia bisa membereskan rumah dan menyiapkan makan malam. Sang ayah pulang dari kantor dengan wajah lelah dan kesal. Sang istri menyambutnya sambil tersenyum lalu mencium tangannya. Sang suami duduk di kursi lalu mulai berkeluh kesah tentang bosnya yang menyebalkan sementara sang istri mendengarkan sambil mengantarkan kopi untuk sang suami dan teh untuk dirinya sendiri serta susu untuk anak-anaknya. Mereka berkumpul di ruang tengah sambil menceritakan kejadian hari ini.

Makan malam tiba dan seisi rumah berkumpul di meja makan. Selesai makan malam, kedua anaknya bermain dengan sang ayah sementara sang istri membereskan sisa-sisa makan malam. Mereka semua berkumpul di depan TV atau radio sambil bercerita dan bercanda. Kue dan susu tersedia di atas meja bagi semuanya.

***

Sang istri terbangun lebih awal dari sang suami. Sang istri menyiapkan sarapan untuk sang suami. Sambil menunggu sang suami terbangun, sang istri pun menyiram bunga di halaman. Sang suami terbangun dan sang istri pun menyiapkan kopi serta sarapan untuk sang suami. Sang suami mandi sementara sang istri membereskan sisa-sisa sarapan. Sang suami membaca koran sementara sang istri membereskan rumah. Sang istri dan sang suami pun menghabiskan sisa hari mereka sambil berbincang dan merencanakan kegiatan mereka hari itu.

***

Sang istri terbangun dari tidurnya lalu menyiapkan sarapan. Setelah ia sarapan lalu sang istri pun mengurusi kebunnya dan membereskan sisa sarapan. Setelah berdoa bagi sang suami yang telah tiada, sang istri pun pergi bersama anak dan cucunya berjalan-jalan ke mall. Sang istri pulang ke rumah lalu beristirahat sampai malam tiba. Sang istri pun makan malam sambil menonton TV lalu tidur.

***

Setelah menikah, seorang perempuan berubah status dari anak perempuan menjadi istri. Setelah mempunyai anak, seorang perempuan tidak berubah status menjadi ibu. Mereka bertambah statusnya menjadi ibu. Jangan pernah lupakan status kalian sebagai istri, karena setelah anak kalian keluar dari rumah, status seorang perempuan berubah menjadi istri lagi.

Tidak ada komentar: