Selasa, Februari 17, 2009

Heh?!


Situasi : Dua orang perempuan cantik memakai sepatu hak tinggi memasuki ruang tunggu gawat darurat sebuah rumah sakit. Salah satunya berjalan dengan keadaan pincang, sementara yang satunya lagi memapah temannya dengan sedikit kesulitan. Dicurigai si gadis pincang keseleo saat memakai sepatu stilettonya yang setinggi 11 cm itu.

Background : ruang tunggu UGD yang kelewat silau.

Petugas UGD laki-laki : Siapa yang sakit?
Kedua perempuan : (memandang si suster laki-laki dengan pandang penuh harap)
Petugas UGD laki-laki : (balas memandang kedua perempuan dengan tampang kebingungan karena silau dan memandangi keduanya bolak-balik)
Kedua perempuan : (mati-matian menarik perhatian si suster laki-laki)
Petugas UGD laki-laki : (karena kesilauan akhirnya dia memilih salah satu perempuan yang berwajah putih pucat).
Perempuan berkulit putih pucat sampai satu ruangan silau : (kebingungan diangkat ke kursi roda sambil menengok minta bantuan pada temannya yang sedang sakit)
Perempuan berkulit putih yang ga pucat : (panik melihat temannya diseret ke kursi roda oleh suster cowok sinting sementara dia yang lagi sakit dicuekin dan akhirnya cuma ketawa-ketawa pasrah lihat temannya diseret pergi)
Perempuan berkulit putih yang ga pucat : (senyum-senyum menggoda sama dokter super ganteng yang dicurigai Gay saking gantengnya)
Dokter super ganteng yang dicurigai Gay saking gantengnya : (membereskan bebatan di kaki si perempuan yang berkulit putih yang ga pucat itu sambil membalas senyum menggoda lalu meminta nomer telepon untuk keperluan perawatan lebih lanjut padahal dia udah tahu si perempuan yang berkulit putih yang ga pucat itu ga sakit apa-apa).

What the eff?? Iklan pemutih kulit telah melangkah ke level yang lebih tinggi lagi, Saudara-saudara. Mereka menyatakan bahwa para wanita berkulit kelewat putih, kusam, berjerawat, dll tidak layak mendapatkan perawatan kesehatan dan satu ruangan sama dokter super ganteng yang dicurigai Gay saking gantengnya.

Mari kita bersyukur kebanyakan perawat di Indonesia dan di dunia, adalah sesama perempuan. Biarpun mereka lebih nyinyir dan kurang helpful tapi paling tidak, ga akan ada diskriminasi model begituan. Paling ga di tahap pertama. Entah apa yang akan terjadi saat kita sudah berhadapan dengan seorang dokter ganteng. Mungkin kita akan dieliminasi di tahap akhir oleh si dokter dan tidak akan mendapatkan no hape si dokter ganteng dan dikasih obat yang rasanya pahit sementara para perempuan yang berkulit cerah sampai satu ruangan silau itu bisa tukeran no hape dan dikasih permen yang disamarkan jadi obat saking manisnya.

Keren banget ya sistem pengobatan rumah sakit di Iklan Produk Pemutih Kulit? Gw sampe eneg pengen muntah sambil nyari-nyari kacamata item saking mual dan silau liat iklan itu.

Tidak ada komentar: