Jumat, Januari 30, 2009

My Hijab

Buat kalian yang ga udah tau tentang kebimbangan gw beberapa waktu ini tentang kain penutup kepala yang melambangkan eksistansi gw sebagai seorang muslim. Gw akhirnya mengambil sebuah keputusan yang didasarkan dari hasil riset beberapa website yang menampilkan fashion tentang para wanita yang memakai hijab atau jilbab. Agak aneh ya alasannya? Wakakak...XD

Well, gw beberapa waktu ini agak bimbang tentang hijab yang gw pake selama ini lebih karena gw ngerasa klo gw ini kan masih muda ya, gw sedang dalam masa-masa mau menampilkan diri, gw pengen banget meluaskan pergaulan gw, i want to meet a nice guy that really connect with me, i want to wear all those pretty clothes i saw on TV or movies. I simply just want to be like someone that I'm not.

Gw dah cukup eneg sama diri gw sendiri. Gw ngerasa asing sama diri gw sendiri. I feel that I've change. But my changes were just too much. I could hardly recognize myself. Dan itu pun turut mempengaruhi gw dalam mencari kehidupan gw ini. I know that I need to get a life. And I need to find it on my own. Bukannya gw ga menghargai pendapat kalian, para saudara, orang tua dan teman-teman gw yang berharga. Tapi jalan hidup gw bukan ditentukan dari kata-kata orang lain. Jalan hidup gw harus ditentukan dan keluar dari mulut gw sendiri.

OK, fine. Ada beberapa alasan gw yang ga sefilosofis itu, sangat sederhana, sangat memalukan dan gw terlalu malu buat naro alasan-alasan itu disini. Alasan kenapa gw waktu kemaren-kemaren itu sampe sempet-sempetnya bimbang untuk terus memakai hijab/jilbab. Tapi yah, berhubung urat malu gw belom putus jadi gw memutuskan untuk tidak menuliskan alasan-alasan super konyol itu sebagai konsumsi publik ohohoho~

Selama gw dalam masa-masa cobaan dan transisi itu, gw meng-sms atau meng-im temen-temen gw untuk meminta saran atau pun dukungan (yang jelas odong2 banget karena ga mungkin mereka bakalan ngedukung keputusan super odong2 kek gini *ketawa garink*). Kebanyakan dari mereka ngasih saran atau cuma cengo aja ngeliat gw tiba-tiba sinting begini. Tapi yah, mereka kan ga tau aja. THey don't know how weak I am. I'm a mere human, right?

Akhirnya gw pun mencoba melihat-lihat dari dua sisi. Bukan dari sisi spiritual kek shalat istikharah atau shalat tahajud atau dzikir karena yah, mau diliat dari sisi manapun, jelas yang akan gw lakuin ini salah. Gw juga tau klo apa yang gw lakuin ini salah. Tau salah tapi tetep dikerjain juga. Itu yang namanya manusia. I'm only human. Harap dicatat. Gw melihat dari dua sisi dari sudut pandang gw sendiri. Kira-kira jika gw menjalani hidup sebagai non-hijab person, hidup gw bakalan kek gimana, dan kalau gw terus pakai hijab, bakalan kek gimana juga. Dan ketika gw mencari situs-situs yang akan kira-kira akan membuat gw lebih semangat dalam mengenakan jilbab, gw menemukan blog-blog para wanita-wanita di luar negeri yang pada pake hijab dan abaya (baju kurung) padahal mereka rata-rata seumuran dengan gw. Dan ga tanggung-tanggung, mereka itu tinggal di negeri barat yang notabene klo lo keluar dengan baju/hijab lo bakalan dipelototin atau disinisin parah sama para rasis freak itu.

Blog-blog mereka itu semakin dibaca, gw ngerasa semakin konek dengan mereka. Kenapa? Karena mereka ini cara pikirnya sama kek gw. Jadi mereka ini awalnya bukan muslim tapi masuk Islam ketika mereka belajar tentang Islam. Padahal mualaf tapi mereka pakaiannya jauh lebih tertutup daripada gw. Dan mereka tetep memperhatikan make up dan pake highheel lhow. Emang cewe mah. Lol.

So... I decided that I will stay the way I am right now. I want to try to grow up. To become an adult. Masa gw mau begini-begini aja terus? Mau sampai kapan gw mau menolak menjadi dewasa? Manusia terus berkembang. Manusia terus berubah. Dari tiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Manusia terus berubah. Entah manusia itu yang berubah atau lingkungan yang berubah.

Hanya ada dua hal yang pasti di dunia ini : Setiap orang pasti akan mati dan tidak ada hal yang tidak berubah di dunia ini.

Tidak ada komentar: