Selasa, Maret 31, 2009

Do you really wanna know?

Do you wanna know something? I don't like you.

Yes, I don't like you. I dunno if you know if I don't like you but I sure know that I don't like you. I don't like you cos you don't have any respect whatsoever to me. You talk nonsense and talk to me like I'm a fifth grader. I don't like you cos you make fun of me behind my back. I don't like you cos you sucks! So negative and never supportive. Always talking sh*t and pretend that you're so cute. News flash : In your age, you're not cute! NO, you're NOT.

Blah! I hate you so much, I don't know that I could hate someone that much.

I hate the internet right now more than ever. I hate Y!M. I hate plurk. I hate blog. I hate forums. I still heart the free downloads sites though. But I hate the rest.

You know, I don't mind working with you. I just don't like your personality. I can work with you if you give me the trust to finish my job and say thank you in return. Cos you're not exactly paying me to do this and that. Keep that in mind cos you know what I'm saying.

So you don't trust me enough to let me do stuff than its fine! It's not like I'm able to do whatever you want me to do right away cos I'm busy working. But a little trust would be nice. A simple "please" would be nice. "Thank you" would be nice. Anything that is consider polite would be nice.

It's the networld, dude. Use the emote! Its seems to be the only way that you would look like you're enjoying our chat.

You're not my friend. You were never my friend. I don't like you and never will be, I guess. I can still work with you with the condition that you would at least try to be nice and not laughing at me behind my back. Oh, you think that you're already a nice person? Think again. I hate you cos you're definitely not a nice person.

If you're feelin' this post.... I don't blame you. Just start your self-pity. Not that I care.

Phillipe Blanche (In Memoriam)

Samping rumah Lorainne

BLANCHE'S

Gadis bertubuh mungil itu duduk di depan teras sebuah rumah bergaya Perancis yang cat berwarna cokelat mudanya sudah terkelupas. Kepala dan punggungnya disandarkan ke tiang rumah sementara matanya memandang jalan besar yang terletak tepat di depannya. Rumah itu terlihat sangat tidak terawat. Gadis itu bisa dikira gelandangan jika orang tidak mengenalnya (dan sayangnya, tidak ada yang tidak kenal dia di sepanjang Square Jean Morin). Lorainne Ziegmowit menghela nafasnya kuat-kuat. Wajahnya muram memperhatikan rerumputan yang tumbuh liar di halaman rumah itu. Lantai teras tempat duduknyapun sangat berdebu. Lorainne seperti melihat bayangan dua anak kecil tengah duduk di atas rumput itu beberapa tahun yang lalu, bereksperimen dengan permainan-permainan baru mereka, menertawakan orang-orang yang kebetulan lewat, dan naasnya, menjadi korban kebrutalan kedua bocah itu. Di tempat yang sama, Lorainne dan bocah lelaki itu juga mendapatkan surat pertama mereka dari Hogwarts. Lorainne memangku dagunya menggunakan tangan kanan bertumpukan kepada lututnya yang dilipat di depan dada. Matanya beralih ke pagar perdu pembatas rumahnya dan rumah si bocah lelaki.

Phil dulu sering loncat-loncatan disitu.

Oh ya, kita sedang membicarakan tentang Phillipe Blanche, Tuan-Nona. Bukan tentang Zach, bukan tentang kucing Madame Derrick yang sudah meninggal setahun yang lalu, apalagi tentang wanita berkutil itu. Lorainne mendengus lagi. Sudah beberapa hari terakhir kerjaan gadis muda itu hanya menghabiskan separuh harinya dengan melamun di teras rumah Phil tanpa melakukan apapun. Memang mau melakukan apa? Ayahnya kerja, Zach sudah pindah rumah (iyalah, dia kan sudah menikah), dan Lorainne? Dia menjadi penyihir pengangguran. Gadis muda itu tentu sudah mendengar mengenai dunia sihir yang sedang berada dalam bahaya. Itu salah satu faktor dia tidak melanjutkan pendidikannya ke Pelatihan Sihir selain nilai-nilai NEWT-nya yang tidak bisa dibilang bagus. Sementara Phil? Phil menghilang. Tahu-tahu dia tidak pernah masuk kelas lagi, tahu-tahu ayah Lorainne sudah mengabarkan bahwa Keluarga Blanche pindah. Pindah. PINDAH TANPA MEMBERITAHU LORAINNE. Oh, neraka, terkutuklah Phillipe Blanche yang sama sekali tidak pamit kepada Lorainne. Kirim kabar kek apa, kirim surat, kirim bom kotoranpun tak apa. Lorainne hanya... rindu dengan teman sepermainan yang sudah dianggap sebagai kakaknya sendiri itu.


It's so hard to say
But I gotta do what's best for me
You'll be okay...


"Ya ampun, Lulu. Dia jinak. Sini, mendekatlah. Herdy tidak akan menggigit. Iya, kan?" Phillipe menepuk-nepuk kepala seekor anjing herder hitam yang memandang Lorainne dengan garang. Anjing baru. Monsieur Blanche menemukannya di jalan dan membawanya pulang untuk dipelihara Phil.

"GUK! GRAAWR."

"PHIL! DIA MENGGONGGONGIKU DAN KAU MASIH BILANG DIA JINAK? ZACH, MINGGIRKAN ANJING ITU!" Lorainne masih berada di atas pohon, berteriak-teriak horor karena anjing yang baru saja mengejarnya memutari halaman rumah Phil itu.

"Dia jinak kok, padaku. Kau tidak diberkati, Cherie." Zach terkekeh, tetap bersandar di tiang rumah Keluarga Blanche.

"Tenang. Ayo tenang, Herdy. Itu Lulu, temanku. Kau takkan menggigitnya, kan?" Si Herder menggoyangkan ekornya (sok) inosen. "Nah, bagus. Good boy. Ayo Lulu, turun. Katakan, 'HAI HERDY'!"

Phil sinting. Bocah cilik berumur delapan tahun itu menjejakkan kakinya di ranting pohon, mulai bergerak menuruni pohon di halaman rumah Phil yang rindang. Matanya tak lepas dari bola mata Si Herder yang sekarang menjulur-julurkan lidahnya. Terlihat lapar dan... LORAINNE TIDAK SUKA DIGONGGONGI, TAHU!

Tepat saat kedua kakinya menjejak rumput, si anjing lepas dari genggaman Phil, menerjang Lorainne dengan brutal.


And I need you
And I miss you
And now I wonder....



Kau belum bayar permintaan maafmu, Phillipe Blanche jelek.

Helaan nafasnya keluar lagi. Lorainne berdiri dari duduknya, berjalan ke arah papan nama BLANCHE'S yang terpaku di dinding. Perlahan Lorainne mengeluarkan tongkat sihirnya, memastikan tidak ada yang melihat dirinya melakukan sihir, dan menggumamkan beberapa mantra hingga papan nama itu jatuh ke tangannya, pakunya lepas tentu, ohoho. Lorainne terdiam lagi memandang papan nama itu, tampak galau. Astaga, mungkin pengaruh PMS-kah? Entah, Lorainne hanya merindukan temannya itu. Seandainya Phil ada, Lorainne pasti tidak seperti orang bego begini. Dia teringat komentar Madame Derrick kemarin sore. Katanya Lorainne seperti orang stres setiap hari duduk di teras rumah Keluarga Blanche seperti orang tidak punya kerjaan. HEH, BINGO! Lorainne memang tidak punya kerjaan dan belum mencari pekerjaan Muggle yang pas untuknya. Mau bilang apa dia? Lulusan Sekolah Sihir Hogwarts? Oh, minta dipenjara di Azkaban, mungkin? Bah.

"Phil, Je vous manque. Puas kau, hah? Pergi tidak bilang-bilang, tidak kasih kabar, kau anggap apa aku?"

Gadis itu mulai gila, mendumel sendirian dengan suara pelan dan hanya mulutnya yang bergerak-gerak seperti orang membaca mantra ke arah papan nama BLANCHE'S.

"Phil, kalau dapat pacar, kasih kabar ya."

"Aku dan Stan masih bersama."

"Jangan lupa undangan kalau menikah."

"Aku berkenalan dengan orang aneh bernama Eamnnon tahu, Phil."

"Phil.."

Angin bertiup.

"Phillipe.."

Sepi.

BRAK!

Gadis itu menendang kuat-kuat pintu rumah Keluarga Blanche, tidak peduli orang mengira dia sedang mencoba membobol rumah yang sudah lama kosong itu. Kedua mata hazelnya berkaca-kaca sejenak. Tangan kanan Lorainne terangkat, mengusap air matanya yang belum sempat turun dengan punggung tangan. "Kusita papan nama ini. Kukembalikan kalau kau pulang. Kau tidak pulang, jangan harap papan nama ini kembali ke rumahmu." Lorainne kembali berbicara sendiri dengan suara serak. Gadis muda itu membalikkan tubuhnya, berjalan, melompati pagar perdu yang membatasi rumah Phil dan rumahnya. Pulang.

Mungkin besok kembali lagi (kalau dia tak ada kerjaan).

I'm not going
Cause I've been waiting for a miracle
And I'm not leaving

I won't let you
Let you give up on a miracle
When it might save you



((OoC: Credit to HSM 2-Gotta go my own way, Vanessa Carlton-A Thousand Miles, and Paramore-Miracle))

Jumat, Maret 27, 2009

Hmm..

Yeah, i'm not really on a good mood right now. I was in a good mood this morning but it drop to several degree when i found out that my sister's mad at me. I dunno why she's mad at me or to think that she's mad at me for some reason made the rest of my day sucks. My mood just dropped and everything and everyone becomes totally annoying. Do i have to hide from the world just so i wont lash out to an innocent person who didn't do anything wrong except for showing up in front of my face!

I hate confrontation. I hate direct confrontation. I hate having bad mood bcos of it. I hate being the one to blame. I hate having to reconsile everything. I hate that i have to keep my mouth shut and my feelings wraped up inside. I hate having an argument with my sister... Or anyone.

Ok, so i'm a loser? I'm lame and not so independent and strong like what i represent from the out side? Yes i am. I'm so not in the mood and my sister's coming home in an hour. :|

I hate being sour.

Rabu, Maret 25, 2009

Happy Belated Birthday!

Temen gw yang namanya Cubung Hanito, ultah tanggal 24 Maret kemarin. Dia sekarang umurnya 19 tahun. Hahah, gw jadi teringatkan klo gw gaulnya sama ABG doank nih wkwkwk..XD But yeah, dia tampangnya boros sih jadi diaku-aku umur 19 tahun juga ga ada yang percaya WAKAKAK...XDD *teringat karma* Euh, yah, jadi gini, gw sebenernya ga ngeh klo misalnya dia ultah kemaren karna kemaren bisa dibilang gw onlen cuma numpang lewat doank jadilah gw telat. Baru tadi siang gw baca blog Cubung trus dia ngentry tentang ultahnya. Aduh, gw feeling guilty abis! Gw sempet sms sih tapi ga dibales (biasa itu), bela-belain ngantri komputer karna PC yang biasa gw pake buat inet UPSnya rusak buat ngecek tanggal ultah dia di facebook dan ngasih kado ultah di blog gw. =)

So Cubung, Happy Birthday!

WAKAKAK...XDD Gw jadi nyengir sendiri majang gambar ini di blog gw wkwkwk...XD

Gw pernah minta hadiah pas ultah gw kemaren, minta kado berupa tulisan yang didedikasikan untuk gw. Tulisan apa aja! Anything! Gw ga minta berupa testimonial atau apapun. Bisa cerpen bisa puisi bisa sekedar ucapan happy birthday di facebook note atau di blog temen-temen gw (networld ataupun realworld). Cubung sempet ngasih ucapan ultah buat gw (biarpun nyempil) di salah satu entry blognya dia dan sekarang gw berniat memberikan kado buat dia dalam bentuk yang sama... dan karena I have a BIG heart, entry ini gw dedikasikan buat ultah dia. XDD

Gw pertama kali ketemu Cubung di gath forum IH di PIM (lupa kapan tepatnya) tapi gw inget kesan gw sama dia : tampangnya lucu, badannya gwede, diem. Entah pendiem entah pemalu entah ansos (I figure its a little bit of everything) tapi tiap gw tawarin apa-apa dia diem aja. Padahal gw dah berbaik hati nawarin ngobrol mengingat dia duduk persis di samping gw dan biasanya gw tipe orang yang klo lagi ngantuk langsung jadi jutek. Perlu diberitahukan bahwa pada saat gath di PIM itu gw sedang ngantuk berat wkwkwk. Terus dari obrolan (alias gw doank yang nanya2) gw baru tau klo gw belom punya YMnya si Cubung. Kebetulan waktu itu pertama kali juga gw ketemu Sigi yang imut-imut secara live in action dan dia ama temen2nya jadi ga bisa ngobrol deh. Padahal gw pengen ngobrol sama Sigi *hiks*.

Yeah, jadi jelasnya, klo misalnya si Cubung kagak dateng pas gath, gw bahkan ga bakalan ngeh klo charanya yang namanya Fuma itu ada di IH dan PMnya itu si Cubung ini. Sorry yah tapi gw suka males ronda di IH sih dan ga gaul pula jadi cuma tau itu-itu aja heheh. Ok, gw chat sama dia dan sorry2 aja gw ngaku klo gw kaget banget. Gila, ni anak punya kepribadian ganda! Either that or he's faking one in between.

Pas ketemu langsung ni anak pendiem banget, agak kek Mida dulu yang biasanya lebih nyaman berada di comfort zone-nya sendiri. Duduk di samping dan menonton. Jadi pengamat. Menilai setiap orang di belakang kepalanya while smiling everytime someone ask him to join the conversation. Yeah, gw sendiri bukan tipe orang yang maksa lo harus begini, lo harus begitu atau lo ga cocok ama gw. Setelah berbagai pengalaman hidup, gw percaya hukum timbal balik. Lo mau diterima sama orang apa adanya, ya lo juga harus terima orang itu apa adanya.

Kenapa gw bisa mikir kek gitu? Karena gw ngeliat jejak-jejak ni anak di comment friendster anak IH. Gw dah kek detektip soalnya klo di NW wkwkwk..XD Yah, kesan gw pada saat itu : ni anak kenapa ya? Topengnya ketebelan atau emang dia asli kepribadian ganda? Hahah. Yeah, kesan pertama gw sama dia kurang lebih sama ama kesan pertama dia ke gw : menarik.

Lebih lanjut setelah gw kenal sama dia, gw akhirnya menyadari kenapa gw bisa tertarik banget sama dia. Karena kita punya sejarah dan kepribadian yang kurang lebih sama. Dulu gw juga kek gitu. Dulu gw juga punya perasaan kek gitu. Gw baca blognya (dan gw baca sampe entry pertama lho) dan gw ngerasa konek. It's like, I know what ur going through; not only a mere sympathy. Tapi itu dulu. Gw yang dulu emang kek gitu. Dengan berjalannya waktu, keadaan yang mulai berubah, situasi yang memaksa gw untuk berubah dan gw pun berubah. Gw mungkin berubah menjadi orang yang kelewat blak-blakan dan sinis, tapi yang jelas I'm a happier person.

Dari pertama kenal sama Cubung sampe sekarang, mungkin dia anggep gw berubah. Sedikit lebih childish? Sedikit lebih immature? Kesan sinisnya mulai berkurang? Sedikit lebih bodoh? Lol. Yeah, but that's me. I'm happy with who I am. Setiap saat gw berubah. Berusaha berubah menjadi lebih baik biarpun lebih seringnya berubah menjadi lebih buruk (lol). Gimana dengan Cubung? Orang yang selalu berbicara bahwa dia ingin berubah? Berubah jadi apa Bung? Berubah arah kemana Bung? IMO, gw bilang lo terlalu nyaman dengan keadaan lo sekarang untuk berubah.

Setiap manusia berubah. Bukan karena mereka ingin berubah, karena biarpun mereka ingin atau tidak ingin, keadaan selalu memaksa mereka untuk berubah. Waktu, pengalaman hidup, hidayah dari Allah... Apapun itu. Gw ga mengharapkan lo untuk 'berubah' karena perubahan itu ga bisa dipaksa. Its just is. Gw, sebagai ibu yang gagal, cuma pengen lo untuk merasa nyaman dengan diri lo sendiri. Klo lo dah nyaman, yaudah, jalanin aja hidup lo selangkah demi selangkah, sehari demi sehari, one step at a time. Cos I want you to be happy, not only for this year, but for the rest of your life.

You are my friend and I don't take it for granted. Besides, like what you said, gw emang ga mau rugi dalam hubungan sosial wkwkkw...XD

Selasa, Maret 24, 2009

Gateway to Hell

Gw nemu blog super cool yang isinya hampir sama kek kaskus. Isinya info-info aneh-aneh gitu. Entah anak kaskus juga ngambil info dari blog dia trus di post di kaskus ya? Tapi intinya mah isi blog dia itu informasi yang aneh tapi sebenernya ga penting-penting amat tapi menarik banget. Coba deh liat di sini.

Di dalam blog itu ada judul entry yang eye catching banget : Pintu gerbang Menuju Neraka. It really is scary and eye opening at the same time. Menurut penggambaran kita, manusia yang masih hidup, beginilah bentuk neraka tempat kita akan berada suatu hari nanti. Entah bagaimana bentuk asli neraka nanti. Lebih mengerikan mungkin. Gw tipe orang yang hobi baca komik dan di komik-komik itu sering ada penggambaran tempat kek gini. It's like living our worst nightmare. -_-"

Pintu Gerbang ke Neraka : Námaskarð, Iceland 

Di Iceland banyak sekali terdapat keajaiban geografis yang menarik untuk dieksplorasi. Keragaman topografi Iceland membuat kita tidak bosan-bosannya untuk menginjakkan kaki kita di sini. Námaskarð yang berlokasi di utara Danau Myvatn adalah salah satu keajaiban yang Anda harus kunjungi. Lalu mengapa disebut sebagai pintu gerbang ke neraka ?



Melintasi Gunung Námafjall pada ketinggian 410 m, jalan setapak ini diberi nama dari pemuan kembali belerang di abad 19. Cara terbaik untuk mencapainya adalah dengan mengambil Ring Road nomor 1 yang melintasi antara Mývatn dan Egilsstaðir. Alternatif lain Anda bisa mengikuti rute melingkar-lingkar dari Reykjahlíð sepanjang 5 km. Danau Mývatn, diperhitungkan sebagai resor paling hot di Iceland, sejauh 45 menit berkendara dari kota terdekat. Sekali mencapai Hinauffährt, Anda akan disuguhi pemandangan seluruh Mückensee dan Jarðbaðshólar, kawah gunung api yang di belakangnya ada danau Jarðböðin.




Di kaki-kaki bukit gunung api yang spektakuler ini terdapat bidang luas sumber air panas yang dinamakan Hverarönd dan Hverir yang dikenal karena variasi perubahannya. Anda juga dapat menemui sejumlah fenomena vulkanik, kolam lumpur, dan pot lumpur yang semuanya seolah seperti direbus dengan tanpa belas kasihan.




Jalan lintas Námaskarð berlokasi strategis berjarak tidak jauh dari gunung Krafla sekaligus dekat dengan lokasi-lokasi geologis menarik lainnya seperti Búrfellshraun dan padang pasir Mývatsöræfi. Selagi mengunjungi Námaskarð, Anda semestinya tidak melewatkan Heißquellengebiet, formasi lava dari Dimmuborgir, kawah pseudo dari Skútustaðir dan air terjun bersejarah Goðafoss di tepi jalannya.



Námaskarð menjadi termahsyur karena sumber lumpur belerangnya yang dinamakan solfatar dan menyemburkan sumber bahan vulkanis. Meski Anda akan jarang menemui sumber air murni di situs geothermal ini di Iceland, tapi mineral-mineral yang berwarna-warni di sini akan memukau Anda termasuk kawah lumpur raksasanya. Anda akan dijamu makan malam, fasilitas akomodasi dan parkir di Grýtubakki.
Hal lainnya yang mengagetkan tentang Námaskarð adalah ketiadaan tumbuhan. Bagaimanapun juga, jika melihat range temperatur yang tinggi di sini sepertinya ada kemungkinan untuk itu. Emisi konstan uap di sini membuat tanah sama sekali steril dan berasam, tidak cocok untuk tumbuh-tumbuhan dan bahkan tidak baik untuk tubuh manusia.



Karenanya jangan lupa menutup hidung Anda atau gunakan masker saat menikmati fenomena mineral-mineral di sini. Berjalan di area sini juga harus hati-hati. Jangan coba-coba melewati tali-tali yang mengelilingi kolam-kolam itu. Tanah di bawahnya bisa menjebak dan juga adanya semburan-semburan lumpur panas. Kebetulan di sini tidak ada pemandunya jadi harus ekstra hati-hati.




Diperlukan kunjungan-kunjungan ke Námaskarð dan Danau Mývatn untuk menghilangkan mitos dingin yang membekukan di benak orang-orang mengenai Iceland. Faktanya, Mývatn berada di posisi empat diantara danau-danau terbesar di Iceland dan masih menjadi favorit hunian bagi beragam jenis burung. 

Pemandangan luar biasa Danau Mývatn dipadu dengan gelembung-gelembung turbulent dan kabut yang menggantung memberikan perasaan Anda sedang berada di suatu tempat di luar angkasa dan itu seperti pintu gerbang ke Neraka !

sibuk *tapi masih sempet ngeblog :-9*

Yea... gw emang lagi sibuk. Sekarang lagi istirahat tapi bentar lagi gw jalan lagi ke Bank dan ber-bete-bete ria sambil menunggu dokumen diperiksa. Menunggu emang pekerjaan paling menyebalkan sedunia, tapi kesabaran kita jadi teruji. Gw klo ada temennya, temperamen ga sabaran gw keliatan banget (karena ada tempat mengeluh wkwkwk) tapi klo ga ada temennya ya gw anteng aja nungguin sambil buka2 opera mini atau dengerin lagu (bisa sampe tidur, but that's another story. :-9).

Jadi gw lagi nungguin dokumen-dokumen gw ditransfer ke server kantor tetangga ketika gw merhatiin bapak-bapak yang sama-sama duduk bareng ma gw (a.k.a sama-sama ngantri). Trus gw mikir : itu bapak-bapak kan rata-rata pada bawa dompet di saku celana belakang, entah kiri atau kanan... itu apa ga berasa ada yang 'bejendol' gitu ya? Apa ga ngerasa aneh pas duduk? Kan pasti ada perasaan ga nyaman duduk dengan pantat tinggi sebelah karena kehalang dompet. Lol.

Jangan-jangan sama kek klo cewe lagi duduk pake pembalut lagi? Ya di Indonesia kan tampon itu ga umum (dan IMO itu mengerikan banget!!). Pantesan aja bokap dompetnya gepeng mulu. Bukan karna ga ada isinya (biarpun seringnya ga ada isinya. Lol.) tapi karna didudukin mulu! Lol!!

okay

Okay. Gw menyesal naro post sebelumnya tentang nyokap. I hate it. Gw ga suka membicarakan tentang keluarga gw sama sekali dan gw juga ga suka memposisikan diri gw atau keluarga gw dalam sisi negatif. I don't like self pity dan gw juga ga mau memposisikan diri gw atau keluarga gw seakan-akan kita ini korban atau ooohhh, we're the poorest people in this planet. Cos we're not! Banyak orang yang hidupnya lebih susah daripada gw dan banyak juga yang biarpun punya lebih daripada gw tapi hidupnya ga tenang karena banyak masalah (yang sebenernya juga dibuat-buat sendiri).

Gw ga suka sama orang-orang yang keknya baru baca blog gw klo misalnya gw cerita klo gw atau keluarga gw lagi susah. Cih. The hell with that. Gw tahu mereka cuma naro simpati aja atau mereka terkesan sama cerita gw atau cara tulis gw yang appealing. Tapi yang paling gw ga suka adalah klo orang-orang itu dah mulai makan cerita negatip dengan semangat yang sama kek kucing dikasih ikan asin. Padahal Allah swt menasihati kita agar menutupi aib kita masing-masing dan keluarga kita agar tidak menjadi konsumsi publik. Ingatlah bahwa yang bisa membantu kita dalam menyelesaikan permasalahan kita hanyalah Allah swt. Kalau misalnya kita mendapatkan bantuan dari orang lain dan masalah terpecahkan, kita harus tetap mengucapkan Alhamdulillah karena orang itu adalah perpanjangan tangan dari Allah swt karena doa kita didengar oleh-Nya.

Ok, that's it. Gw nyaris aja berhenti nge-blog karena hal ini tapi gw putuskan kalau gw bakalan terus ngeblog... but in Indonesian. =) (tentu saja dengan selipan Inggris di sana sini kek gaya bicara normal gw juga. Lol.)

Kamis, Maret 12, 2009

hijab jilbab tudung



I think it's very cool.

Woman 1920 - 2009

1920



1930


1940


1950


1960


1970


1980


1990


2000


2009

My wardrobe
My wardrobe - by rere_chan on Polyvore.com

This is my everyday outfit and what's inside my closet is pretty much like this. If I wear anything different than this, than my parents would start to an endless talk about not wearing anything too tacky and make a shame over myself and the rest of the family. I mean, oh come on! I'm 25 and I still wear this?! I gotta grow up... and FAST.

This is what I'm aiming... if I had the money to buy them, of course. =)

What I'm Aiming
What I'm Aiming - by rere_chan on Polyvore.com

Rabu, Maret 11, 2009

Childhood Memories

Hmm... I wonder. Why do the TV today rarely shows anything that is appropriate as the age content. I mean, I've hardly seen any TV shows or channel that display children songs and people would actually watch! In Indonesia, almost everything is in mature content even though it's labeled for every age or parental guidance. I mean, children are not supposed to listen to grown up music and watch soap opera (sinetron). But it's what going on in the society these days. They don't give their children the right to enjoy their childhood with children content watchable material. We have to buy DVD or get a cable channel just so we can show decent TV programs with children age range... and it's kinda pricey if you know what I mean.

I remember my childhood is filled with wonderful TV programs that fitted my age. When I was growing up, the local TV channel haven't able to make their own TV programs so they imported the TV programs from the US. Like sesame street, shirley temple's movie, and education programs from TPI (yes, people. TPI used to show programs that fit the name 'Televisi Pendidikan Indonesia', but now it's more like it if they change the name to TPMI stands for 'Televisi Pendidikan Mistik Indonesia').

So when I was watching my daily youtube today, I search for Shirley Temple's movie and found a few clips about songs that she sings in the movie. I was soooo ecstatic. I LOVE Shirley Temple. I've always has been and always will be in love with Shirley Temple. The miracle of video's and movies is that there will still be someone ripped some episode or parts off from a DVD collection and share it in youtube. Lol.

I can recall most of her movie and the song that still stuck in my head until today is "Baby take a bow". I can't remember it was from what movie or even the story of the movie but I can still remember exactly how this little girl move, she tapped dance all the way, and singing in her cute little voice and I am like "oooohhh". I was a little girl when I saw the movie but I know that if someday I'm gonna have kids, I wanna have a kid just like her with her cute curly hair. Even now I'm drooling cos she's just too damn cute!



Here's one of the Shirley Temple video's that I watch today.



Isn't she's the cutest? <3

Phillipe-Raine *TERHARU*

Wound dan Dell masih terlelap. Gadis itu menatap temannya kaku. Keheningan menjalar di ruangan itu. Tidak ada cahaya di bilik bawah tanah mereka, cuma ada kelembapan dan keremangan. Kesepian, little darling? Suara itu menggema di telinganya. Ia membaca Kitab Rune-nya sepanjang malam dengan dalih persiapan OWL. Dan tentu saja; tidak ada satupun isi makna Fehu maupun Sowilo yang tersangkut di otaknya. Cuci muka, rasanya itu ide bagus itu menyegarkan diri. Ia sudah keramas kemarin, dan gadis itu tak bisa melihat alasan mengapa ia mesti susah-susah naik empat lantai ke atas hanya untuk mandi.

Ia menyambar tas ransel kecil model sabuk berwarna putih gadingnya, dan topi baret polos merah—tidak ada salahnnya memakai sedikit warna merah meski kau Slytherin, bukan?—yang senada dengan rambut brunette-nya. Menjuntai lurus. Raine tertawa. Dia tampak seperti anak sekolahan muggle Perancis. Dan tentu saja; dia memang berasal dari sana. Dan dia, dia juga berasal dari sana. Si anak berjubah merah. Reno berjalan melewatinya; matanya mengantuk sipit—seakan salah satu dari anak-anak Asia di Hogwarts sedang memberikan sindiran paginya pada Raine, tapi salah memakai jubah Reno. Apa dia bilang? Makan Pagi? Bah. Dia tahu betul kan, selama lima tahun mereka ‘berteman’, kalau Raine tak punya waktu untuk sarapan.

Tabel-tabel konversi makna Rune-nya menunggu untuk digilir setiap minggu. Dan kembali, Madam Pince menjerit (ditambah melempar buku) padanya di Perpustakaan, menyuruhnya agar jadi teladan bagi junior dan masuk kelas. Ah. Sudah bel toh. Gadis itu tersenyum (pura-pura) polos, melenggang masuk kelas. PTIH, ya? Guru baru—selalu, guru baru. Cantik. Mengingatkan Raine pada si cantik Profesor Soneta yang baik. Ah; ventriqoilist kali ini? My, my, apa ya yang mungkin jadi alasannya dipecat tahun ini? Mentransfigurasi salah satu siswa jadi boneka, mungkin? Tanpa disuruh, ia mengeluarkan tongkatnya. Pelajaran ini segalanya tentang praktek, kan?

Jembatan. Pertemuan pertama. Laba-laba dan nyanyian. Dear Lord—what the heck is she thinking?
“Semoga aku tidak mengganggu harimu, Mister.”
“…Tidak sama sekali, Miss. You just made my day.”
“Sejak kapan kau mulai memanggilku Miss?—”
“Sejak kau memanggilku Mister.”


Tuh kan. Diminta memikirkan kenangan bahagia, yang ada dia malah memikirkan hal-hal yang tak lagi perlu diingat. Pandangan mata Raine kosong. Ia menonton segala yang terjadi, tapi tidak melihat. Santana yang pertama—berjuanglah, deh. Kemudian pandangannya jatuh ke Dell. Gadis pirang itu mengigau sepanjang malam; apa dia juga mengkhawatirkan ini? Mantra Patronus.

Kenangan. Bahagia.
Danau. Sebuah kebetulan, mungkin?
Dia melihat.
“Apa yang sedang kautulis?”
“…Ini, surat cinta dari Juniormu yang kebetulan kautemui pada hari ini, Senior,”
“—Raine? …”


Musim dingin. The Winter Ball.
“—Minta maaf untuk apa, katamu?”
“For you, stealing my heart, Phillipe Blanche.”
"—Kurasa aku tidak perlu minta maaf untuk hal yang terakhir, eh?“


And for stealing her lips, I s’ppose. Ciuman pertama yang diambil secara ganjil, itu dia. Ditambah lagi penyerbuan Death Eaters yang secara brutal menculik para muggleborn, rasanya itu bukan kenangan yang baik. Raine tertawa—Pahit. Ia melihat satu per satu teman-temannya mencoba mantra itu. Mantra tingkat tinggi; sulit. Ah, giliran si McCafferty.

Their last meeting. Dua tahun lalu. Bah. What a Fight.
Payung itu jatuh. Hujan membasahi keduanya.
“Kecelakaan, hmm? Apa yang sedang kau katakan, bahwa aku marah karena cemburu melihatmu mencium Freya dengan kedua mata kepalaku sendiri?,”
"Look, Raine, I'm sor--"
“Katakan itu kecelakaan, di depan mataku yang melihat sendiri, katakan. KATAKAN DAN PEDULI SETAN DENGAN OMONG KOSONG, BLANCHE. KAU. Aku. Haven’t you even the slightest, Blanche, that we belong to different worlds?”
“—Je t’aime.”
“…”


Baiklah; sebuah pengakuan. Tidak bisa dipungkiri, Raine memang tidak ingin membicarakannya. Tidak dengan kenyataan anak itu menghilang. Tidak dengan Pelahap Maut menyebar terror di mana-mana. Tidak dengan pertengkaran mereka yang terakhir. Dia cuma pindah sekolah, iya kan? Tidak, Raine tidak ingin memikirkan kemungkinan kematiannya, tidak—anak itu cuma menghilang. Tidak sebelum—Raine belum meminta maaf.

Jadi, memang dia ya? Raine tersenyum kecut. The best damn thing that has ever happened to her, was: Him. Those deep blue eyes.

“Who are you?”
"Me? I'm just someone who loves you. Unconditionally.”


Phillipe. Tongkatnya mengudara. “Expecto Patronum!”

Selasa, Maret 10, 2009

Arrrggghhh...



Some people just don't know how annoying they are.

Either that or it's my PMS talking...

Blog


This is what I thought of when I'm really tuning in on this whole blogging thing.

But now....



I've actually talk like that with my sister a couple of days back.

I'd say the same things to my parents if they'd even know how to turn the computer on and know what a modem looks like.

Praying Spot.

I'm a Muslim, and as Muslim, I have to pray 5 times a day (which is *very* hard, trust me). It's supposed to be easy, they said, if you are at home and you're sitting right in front of a clock and next to your house is a small mosque that the people say "musholla" or a praying spot with a speaker screaming Adzan when the time comes, but the fact is, for me, I would feel too lazy to get up of my comfy chair, warm TV and cozy laptop complete with Internet connection.

I'd feel more aware on praying time when I'm in the streets, mall or office building cos I'm more conscious about time when I'm out of the house. I'd look at my watch and get panic thinking : "OMG, it's so late, I'm gonna miss Ashar/Dhuhur/Maghrib,"

So when that happens, I just go to the nearest musholla. In Indonesia, with 90% population are Muslim, all the office buildings, mall and corner of the street is full packed with musholla or mosque. You could say there's no reason for us, Muslims, to not pray when the time comes.

Of course every musholla in each place is different. You would assume that a more fancier place, the musholla will become even more fancy and cozy. Yeah, you got that right. Some fancy mall have a very tiny uncomfortable musholla that is stuck in the middle of a parking lot where the customer would pray together with the people who's working in the building and some... is just too cool for words. It's a high class musholla in a high class mall, with a pretty receptionist who would take your bags and shoes and give you a prayer outfit ("mukena" as we say it here). Like I said, 90% of the population is Muslim. I grab the pictures from Kang Bayu's blog at multiply. Here's a few for a sneak peak.

Musholla Review: Ratu Prabu 2, TB Simatupang. (Office building Musholla)



Musholla: Puri Indah Mall, Jakarta Barat



Musholla: Pondok Indah Mall 2



Musholla: Plaza Senayan, Jakarta Selatan



Musholla: Blok M Plaza, Jakarta Selatan



Musholla: Plaza Semanggi (Plangi)



Musholla: Mal Ambassador



Musholla: Bandung Super Mall (BSM), Bandung



Musholla: Mall Puri Indah, Jakarta Barat



Kang Bayu's Review :

A. Good and Appropriate:

+ Plaza Indonesia - 4 Star (2008)
+ Plaza Senayan - 4 Star
+ Pondok Indah Mall 2 - 3.5 Star, update (new! -- 0604)
+ Mall Kelapa Gading - 3.5 Star
+ Plaza Semanggi - 3.5 Star
+ Cilandak Town Square - 3 Star
+ Pasaraya Blok M - 2 + 3 Star
+ Plaza Indonesia - 3 Star
+ eX - 3 Star
+ Mal Cijantung - between 3 or 4 Star - by Laura
+ Mushola Super Mall Karawaci (Tgr) - 3 Star - by Hayat

+ Jakarta City Center (Tanah Abang, under construction) - 4 Star

B. Pretty good:

+ Blok M Plaza - 2.5 Star
+ Pondok Indah Mall 1 - 2 Star
+ Carrefour Lebak Bulus - 2 Star
+ BSM (Bdg) - 2.5 Star
+ Gramedia Mereka (Bdg) - 2 Star

C. Not so good:

+ Mall Ambassador - 1.5 Star
+ Mall Ciputra - 1.5 Star - 2004
+ Mall Puri Indah - 1 Star


***

An expatriate boss talking to his native employee when he sees some people praying between boxes in the warehouse of his office building :

"What are they doing?"
"Sholat sir, praying to God"
"In THAT dirty room?"
"Well... yes sir, it's the only space available"
"My God, how can they work well if to face God they have to do it in such a space?"