Rabu, April 29, 2009

Lalu?

Pada suatu hari, seorang gadis kecil diajak ibunya pergi ke rumah sakit. Dia pergi bersama ibunya untuk diperiksa THT. Tidak mengerti apa itu THT (dia hanya tahu akan diperiksa kupingnya), gadis kecil itu mengikuti ibunya sampai ke lobi sebuah rumah sakit swasta besar yang cukup ternama di daerah perumahannya.

Sementara ibunya mengurus asuransi kesehatan kantornya bersama si resepsionis di balik meja besar bermarmer, gadis kecil itu berjinjit sekuat tenaga, ingin melihat wajah si mbak resepsionis dan hal-hal yang berada dibalik meja resepsionis. Karena tingginya yang semeter tak sampai itu, ia harus melompat, berjinjit, nyaris memanjat ibunya, melakukan apa saja agar bisa mengintip di balik meja resepsionis. Rasa penasarannya yang besar membuat ia berimajinasi bahwa di balik meja resepsionis itu terdapat dunia yang sangat 'wah' meskipun dia tidak begitu tahu apa yang biasanya terdapat di balik meja resepsionis.

Kesal karena tidak bisa melihat balik meja resepsionis, pada akhirnya gadis kecil itu bertekad untuk cepat tinggi agar bisa mengintip nantinya. Tujuan yang mulia, bukan?

Waktu berlalu dan gadis itu pun tumbuh tinggi melebihi ukuran normal seorang gadis dengan umur dan rasnya. Ia pergi ke sebuah rumah sakit yang sama untuk memeriksakan gigi dan ketika ia menghampiri meja resepsionis, tiba-tiba saja gadis itu teringat pada kenangan masa kecilnya. Saat ia nyaris memanjat meja resepsionis dengan menggunakan segala cara agar bisa melihat apa yang dibalik meja bermarmer itu. Ketika akhirnya dia cukup tinggi untuk melihat apa yang berada di balik meja bermarmer itu.. apa yang terjadi? Gadis itu bahkan tidak tertarik. Ia melirik sedikit ketika harus menunggu berkas-berkasnya diurus oleh mbak-mbak resepsionis itu lalu melengos pergi untuk menyelesaikan urusannya dengan dokter gigi.

Apa yang terjadi dengan dunia 'wah' dibalik meja resepsionis? Kenapa saat rintangan terlewati, tiba-tiba dunia 'wah' itu menjadi dunia 'cih'? Dunia terlihat berbeda ketika apa yang kita inginkan telah tercapai semuanya.

Saat kita menginginkan sesuatu... so bad. We want it. Tapi saat kita mendapatkannya... lalu?

(taken from my real life story)

1 komentar:

sapi terbang meluncur whuuuz mengatakan...

iya, jadi inget masa lalu pas Mbak Ussi masi muda...

dulu setiap 3 bulan sekali selalu rutin cek ke THT soalnya saya terancam budeg gara2 lubang telinga yang kecil sekali ini. Dulu ngeliat alat-alatnya, dokter yang ganteng-ganteng di rumah sakit, dan senang merasa penting nan diperhatikan.

Lalu saat alat-alat biadab itu mulai masuk telinga maka saya pun pasrah.

selesai

*buru-buru lari sebelum ditangkep rere pake lasso gara-gara ga niat komen*