Jumat, Mei 15, 2009

Kebahagiaan

”Seperti kata anak ini, (dia menunjuk Golden) kebahagian hakiki itu sangat sulit dicapai tanpa usaha kita.” Paman Rod melanjutkan orasinya dengan suara yang kebih tenang dari sebelumnya. ”Kebahagiaan adalah hal yang relatif dan abstrak. Bagi anak ini, (dia menunjuk Proust) kebahagiaan adalah dengan tidak mengetahui apa-apa. Bagi pemilik lapak cerdas kita ini, kebahagiaan adalah memuaskan rasa keingintahuannya. Bagi anak kecilku yang penurut ini, kebahagiaan adalah menjadi bijak. Semua orang punya arti kebahagiaan sendiri. Dan mungkin untuk beberapa orang, kebahagiaan juga bisa berarti keluar dari jeratan nasib kita.”

Paman Rod mengakhiri argumennya dengan sebuah helaan nafas. Dia tampak memejamkan kedua matanya. Bukan tipe pembicaraan yang disukai Paman Rod. Eric nyaris tidak pernah mendengar Paman Rod menyinggung topik ini. Apakah dulu Paman Rod benar-benar tidak bahagia?

”Jadi… apa itu bahagia menurutmu, Paman?” tanya Eric. Dia memberanikan diri untuk menatap dokter tersebut. Dia benar-benar tidak mengerti dari mana dia berani melakukan hal ini. Dia hanya ingin membela prinsipnya. Paman Rod sendiri yang mengatakan bahwa prinsip itu penting kan?

Paman Rod menunduk sebelum akhirnya pandangan mereka kembali beradu, ”Apa orang yang diusir keluarganya, apa orang yang dipandang rendah, orang yang kehilangan pekerjaan karena ketidakadilan, orang yang kehilangan orang yang ia kasihi, orang selalu dihantui rasa bersalah… apakah orang-orang semacam ini merasa bahagia?”

Kata-kata Paman Rod tersebut membuat bocah berambut pirang itu tersentak kaget. Orang-orang yang hidup dalam penderitaan… apa mereka bahagia? Apa orang-orang seperti ini tahu apa itu kebahagiaan? Eric tidak pernah memikirkan orang seperti ini. Dia bukannya tidak peduli. Hanya saja, dia belum pernah bertemu dengan orang semacam ini. Jadi, apa jawaban yang tepat untuk pertanyaan Paman Rod.

”Simpulkan saja sendiri jawabannya. Kalian semua pintar kan?” kata Paman Rod lagi. Itu tanda bahwa Paman Rod tidak ingin melanjutkan diskusi ini lebih lanjut.

Diambil dari post Eric Rubenstein di thread Golden Service Time di Forum RPG IndoHogwarts.

Menarik yah? Apa kebahagiaan buat kalian semua? Buat si A kebahagiaan itu mungkin kalau bisa ketemu dengan temannya hari ini, buat si B kebahagiaan itu mungkin kalau dia bisa tidur siang dengan tenang hari ini, untuk si C kebahagiaan itu mungkin kalau dia bisa dapet uang untuk beli CD artis kesayangannya. Kebahagiaan itu relatif, katanya. Hari ini kita bisa bahagia, besok kita sedih. Jam 1 siang kita ketawa-ketawa, jam 10 malem kita nangis-nangis sampe ketiduran. Hanya dengan merasakan kesedihan maka kita bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Di thread itu banyak dibahas tentang hal-hal yang mendalam yang ga jauh-jauh dari situ. Tentang hidup, tentang kebahagiaan, tentang kebijaksanaan, tentang sesuatu yang jauh lebih dalam... I'm captivated by his posts and also by Malcolm Golden posts. By everyone's posts, actually, who is involved in that wonderfull thread. I've never read anything like that before. I am truly captivated.

Jika kebahagiaan adalah relatif, maka apakah kebahagiaanmu?

Kebahagiaanku adalah saat ini. Alunan musik asia yang keluar dari laptop, yang meskipun bukan milik sendiri tapi gw bisa pake dengan sepuas hati, jalinan internet yang memungkinkan gw untuk ngenet dengan sepuasnya tanpa harus keluar ke warnet, nyokap gw yang lagi duduk-duduk dengan damai di belakang gw sementara bokap lagi keluar rumah dan dalam waktu 10 menit lagi gw dah harus pergi ke Musium Bank Mandiri to meet my friends and work on World Book Day Event with them lalu sorenya ke kostan adek gw buat ngumpul bareng dia dan temen-temen gw yang lain. Rasa syukur yang membuat gw bahagia dengan segala kekurangan dalam hidup. That's my happiness.

What's your happiness?

Tidak ada komentar: