Kamis, Juli 23, 2009

Mimpiku

Katanya, setiap orang punya mimpi dan mereka harus berusaha sekuat mungkin untuk meraih mimpi itu. Gw, terus terang aja, udah muak dan benci dengan dorama pop culture Jepang dan film pop culture Jepang yang selalu aja ujung-ujungnya adalah meraih mimpi biarpun ceritanya dah mulai ga masuk akal tapi masih aja diselipin tentang mengejar mimpi. Seringnya tema utama dorama dan film pop culture Jepang itu pasti deh tentang mengejar dan meraih mimpi dengan segala daya dan upaya dihiasi keringat, airmata dan darah. Cih. Lebai.

Kenapa gw bilang pop culture karena ya emang targetnya para anak muda, film/dorama untuk target market orang dewasa/tua pastinya isinya lebih variasi dan berbobot karena toh mereka udah terlalu tua untuk peduli soal mimpi-mimpi bullsh.i.t dan ingin nonton yang bener-bener 'drama' di sinetron/filmnya.

Gw dulu punya mimpi. Waktu masih kecil gw pengen jadi wanita karir. Gw ga pengen jadi dokter, ga pengen jadi pilot, polisi, presiden kek anak-anak kecil berambisi yang dicekoki cita-cita dan ambisi ga realisitis oleh para guru dan orangtua masing-masing. Gw pengen jadi wanita karir yang kerja kantoran karena selalu ngeliat nyokap gw pulang kantor pake jas. Gw suka ikut bokap jemput nyokap di kantornya dan gw sukaaaa banget sama kantornya karena kesannya profesional, bagus dan AC-nya dingin. Hihihi.

Persisnya kerja kantoran kerja apaan, gw juga ga jelas, pokoknya kerja kantoran!

Dan sekarang? Ya, gw emang kerja kantoran tapi not what exactly that I'm thinkin' of but... yeah. Atleast I have to be grateful for what I have, right?

Beberapa bulan yang lalu klo ditanyain mimpi/ambisi/cita-cita gw apaan, gw bakalan jawab : "Ga tau."

Akhir-akhir ini gw suka kepikiran, sebenernya gw ini maunya apa? Gw banyak keinginan, wajar sebagai manusia, tapi pikiran gw kek manusia yang ga punya tujuan hidup. Terlalu go with the flow? Gw emang tipe orang yang harus selalu kerja dengan target. Klo ga ada target, gw emang sih bisa melakukan sesuatu, apapun itu, tapi ga ada kesan. Yang penting itu bukan targetnya, tapi usaha untuk mencapai targetnya. Targetnya sendiri mah setelah dapet, palingan reaksi gw : "Oh, yaudah." Proses menuju targetnya itu lho. It's exciting, nerve wracking, fun! Tapi klo ga ada target, hidup gw hampa. Kek menjalani hidup day by day hanya untuk dilewati menunggu mati trus masuk neraka. Haha. Parah.

But, I have a dream, actually. I've just thought of this last nigh.

A white picket fence house. With a car in the garage. That's all I want. A house. A home.

Tidak ada komentar: