Rabu, Agustus 12, 2009

burning in envy


Iri, sirik, cemburu, apa pun itu lah. Ya, saya akui saya orangnya sirikan. Sangat. Ini membuat gw menderita dari sejak gw masih kecil. Gw orangnya sirik dan ga mau kalah. Apalagi kalau gw tau kalau sebenernya gw juga bisa tapi lingkungan atau keadaan tidak memungkinkan.

Iri bisa macem-macem bentuknya dan itu tuh dosa--belom lagi nyusahin diri sendiri doank. Tapi gimana dunk? Gw dah berusaha setengah idup supaya gw ga ngeliat orang lain dan bersikap bersyukur pada apa yang gw punya. But still, orang-orang ini ada di sekitar gw dan terus terang aja, kehidupan mereka yang sepertinya menyenangkan (bagi mereka, entah bagi gw) itu bikin gw sirik, iri, apalah itu.

Mereka ada di sekeliling gw, constantly reminding me of what I am lacking. It's torture, I'm telling you! Gw tahu kalau gw bisa mencapai apa aja asal gw mau usaha but still... it's a pain in the ars if I could say so myself.

If only I could be just like everybody else....

Gw ngomong kek gitu di plurk kemaren. Kata Sha, after I got my wish and actually becoming somebody else, I would still be unhappy and wanting to be like someone else. And that's so true! Tidak puas, iri, sirik, kurang bersyukur, selalu mendongak, dsb, dsb, dst. Terus aja...

Tidak ada komentar: