Rabu, September 30, 2009

Sah Sang Fans


Who would you consider as the most hardcore fan of a celebrity? Someone who has watched every single one of their idols performances? Someone who spends 12 hours a day on the forums praising their idol? Someone who runs a website dedicated to their favorite celebrity? That probably is as far as a foreign fan of a Korean idol could go. A few crazed Korean fans, however, decided to take it another step - and follow their idol. By follow, I don't mean check up on the news about them every day and memorize the shows they'll be on - by follow, I mean physically follow them around. They're known as"Sah Saeng Fans" (사생팬), where Sah Saeng if short form of Sah Saeng Hwal which means "private life." As the term suggests, these girls' hobby is to observe the stars' personal lives. Let's take a look at some examples.

Jane, a high school student from Seoul, decided to attend DBSK's Chang Won concert. Most fans from Seoul took a train down there, but Jane and her 3 friends decided to take a cab. It ended up costing them 550k Won ($460), which is double the price of a bullet train ticket for four people. However, Jane thinks it was money well spent. Her cab followed the van that DBSK was in, and surely enough, the van pulled into a rest stop. The ride to Chang Won takes about 4-5 hours, and even DBSK needs to eat and use the washroom. Jane's cab followed the van into the rest stop, which is an ideal place for Sah Saeng fan because there aren't many other fans trying to get DBSK's attention and the tired manager doesn't show much hostility. Jane was lucky enough to pass her gift onto DBSK herself and even got to eat right beside them. Definitely worth the money, isn't it?

Jessica, a university student, was sitting in her car, parked outside of SS501's house as usual. That is when she spotted a member coming outside to enjoy a day off. She pursued the member quickly, and arrived at a cafe in Chung Dam Dong, where that member visits frequently. She was the first fan on the scene, and after sitting near the member, she decided to fool other Sah Saeng fans who would soon arrive there and spoil this precious chance to enjoy her oppa in peace. Jessica sent text messages to some other Sah Saeng fans she knew, saying "I think he went to Shin Sah area." The fans usually share their information, and surely enough, they were fooled by this false alarm. After successfully being the only fan in the cafe, she quietly took pictures of her oppa. Exclusive story, definitely worth the betrayal.

High school student Joanna has a special friend - a cab driver. But he is not an ordinary cab driver; he is what fans call "Sah Taek", a cab that specializes in following celebrities around. He sent a text to Joanna saying "So-and-so just went into a cafe in Ap Gu Jung", and she called him right away to Shin Chon, where she lives. It would normally take a cab an hour to get there from Ap Gu Jung, but her cab arrived in half an hour and took her to where the cafe is. Joanna was able to see her favourite oppa, and on that day she spent 50k Won ($42) on cab fare - Sah Taeks usually charge 30k Won per hour, much higher than ordinary cabs, but it was worth the money to her. Sah Taeks are never wrong, and she was willing to do whatever was necessary to get a real life view of her idol.

Although I listed two examples of high school students above, most fans in high school don't even dare to be a Sah Saeng fan - usually Sah Saeng fans are in their 20s, as they have the much more free time, disposable income and less restriction from home. They can also drive, giving them the mobility which is crucial in pursuits. They camp out in front of the stars' houses, the hair salon they go to, the TV station, wherever the star frequents. Sure, it costs a lot of time and money, and ordinary people don't view them so kindly. But before calling them "crazy," "creepy stalkers," take a moment and think; wouldn't some of YOU be willing to do the same if you lived in Korea and was given the opportunity?

(source : allkpop)

***

Seriously.. this Korean fans... they need to get a life (or a boyfriend/wife).

Gw ga kek gitu kok. Beneran!

Jumat, September 25, 2009

I'm taking over

Sesuai judulnya, I have taken over the laptop. THE LAPTOP IS IN MY HANDS ONCE AGAIN. YEAY!

Hahah!

Sebenernya ini cuma untuk perayaan berpindahtangannya laptop ke tangan gw lagi. Gila, kemaren saking senengnya bisa pegang laptop lagi, tiba-tiba gw dapet ide bikin blog baru lagi. And I really did it! Tapi cuma berisi video dan download links Super Junior. :P

Come by to my other blog. :P

Recent update :

Emang sih pasti repot dan gw ga gitu telaten ngurusin hal-hal berbau rutin kek gitu, ini blog aja kadang masih suka gw telantarin. Lumayan ironis karena gw paling nyaman sama hal-hal berbau rutin. Oh, well, I hope people would appreciate my new blog and think of it as a useful blog. Of course its a fangirling site so I don't really expect a couple of my friends would come and check it out cos it's my personal fangirling site and not all my friends like korean stuff. :P

Gw bolos ngantor hari ini. Dan kemaren. And guess what?! Gw ditelponin + sms-in, dicariin sama kasubbag keuangan gara-gara kerjaan gw ditinggal begitu aja padahal deadlinenya senen. Yeay! Meneketehe. Bukannya kemaren gw sms sekalian disuruh masuk gitu. Karena ga dikasih tau gw jadi ga tau kalo deadlinenya senen dan hari ini gw harus masuk. -_-

Oke, oke, gw nyari-nyari alesan. No matter what gw emang harus masuk hari ini, dengan mengorbankan ultahnya Septi karena duit gw ga cukup buat ke kantor dua kali DAN ke Depok buat ngerayain ultahnya Septi yang jelas lebih fun daripada diem di kantor ndirian. :|

Anyway, hape yang gw pengen beli sampe sekarang belom kebeli meskipun udah ampe minjem2 duit segala. -__-

Impusive buying... Hmm...the digital camera is calling me...

Kamis, September 24, 2009

Bloodtype Characters
















What do you think my bloodtype is? LOL!


Minggu, September 20, 2009

Ied Mubarak


My mom and my sist after Ied pray. :)

Senin, September 14, 2009

introducing


My new family member. Warning! Gambarnya agak burem karena skill photoshop saya menurun drastis setelah nyaris ga pernah nyiggy lagi selama setahunan ini.


Klo yang ini narsis dikit. Bisa dilihat dengan jelas jejak-jejak photoshop untuk menghilangkan bekas jerawat yang tersebar di seantero wajah saya. LOL. Bener-bener kasar banget skill photoshop gw. =)) *malu*

***

Jadi ceritanya waktu hari sabtu kemarin tanggal 12 September 2009, gw dan beberapa orang temen berbuka puasa bareng di PIM. Awalnya mau di foodcourtnya tapi berhubung gw dah keburu eneg sama yang namanya foodcourt dan mall, pas dibilang tempat buka puasanya di Platinum (meskipun masih di dalem malnya) gw enjoy2 aja. Di platinum tempat makannya murah dan cozy kok, asal dapet tempat aja karna pasti penuh tuh jam buka puasa.

Thiwy ultah dan entah gimana ujungnya, setelah makan kita mampir ke toko fancy gitu dan Thiwy dapet kado ultah dari Lian, Mida dapet kado ultah dari gw, Tasha dapet kado ultah dari Septi, Thiwy juga kebagian kado dari gw berupa pin. Yup, pin si kucing hitam yang bermata besar seperti burung hantu itulah my new family member heheh.. Temennya Bello. >3

Okeh, emang agak aneh sih pikiran gw wkwk tapi gw beliin Thiwy satu yang kek gitu juga dan Mida yang bentuknya rubah. It's a great weekend karena besoknya setelah sampe dirumah gw langsung masak dunk ah. LOL. Masakan gw enak lho biarpun cuma gw doank yang makan. LOL.

C u @ the next entry. <3

Kamis, September 10, 2009

Self Pity


Sorry to say tapi gw benci orang yang selalu aja self pity. Self pity = mengasihani diri sendiri.
Kalau ada masalah apapun yang menimpa dirinya pasti aja langsung down dan mengasihani diri sendiri. Tentu saja semua orang punya masalah tapi pasti masalah sendiri lah selalu yang paling berat. Gw sama sekali tidak dalam posisi untuk menilai masalah siapa yang paling berat. Semua orang punya pandangan masing-masing tentang hal ini.

Menurut gw orang yang sering self pity ini patut dikasihani dan terus terang aja kesabaran gw tipis banget untuk menghadapi orang-orang yang self pity ini. Semua orang punya masalah, tentu. Selama kita masih bernafas selama itu juga masalah akan terus datang menimpa kita tapi apa masalah bisa selesai dengan cara mengasihani diri sendiri? Plis deh ah.

Masalahnya bukanlah musibah apa yang menimpa kita atau bencana apa yang menghadang di depan tapi bagaimana cara menyikapinya. Apakah kita akan memilih untuk terus meratapi nasib, mengasihani diri sendiri, merasa dunia ini suram, dsb atau memilih untuk mencari solusi dari masalah itu? Gw saranin kalau udah selesai mengasihani diri sendiri, nangis-nangis frustasi sambil nonjokin dinding/bantal, silahkan mulai mencari alternatif-alternatif solusi dari masalah-masalah lo. Seandainya ga kepikiran ya diskusiin sama orang yang berwenang atau lebih dewasa jangan sama yang seumuran soalnya biasanya ujung-ujungnya bukannya nyari solusi malah membahas masalah yang sama sampe muter-muter dan muak sendiri lalu mulai lagi self pitynya.

Lalu bagaimana kalau misalnya masalahnya ada di luar kendali kita? Seandainya semua yang telah terjadi tidak bisa kembali lagi. Ditebas oleh pedang bermata dua yang bernama 'waktu'. Seandainya bencana atau musibah yang kita alami tidak bisa kita benahi dengan kedua tangan kita. Mari kita pasrahkan pada Tuhan, Allah SWT. Seandainya kita sudah berbuat yang terbaik yang kita bisa, lalu saatnya untuk orang beriman untuk melihat, mengecek apakah imannya masih ada atau nggak.

Gw sering lihat karakter ini di beberapa temen gw. Gw ga bilang mereka kurang beriman atau gimana, apa hak gw ngomong kek gitu tanpa ngeliat diri sendiri? Tapi gw sering ga sabaran sama sikap self pity mereka. Tentu saja gw merefer tidak pada satu orang tertentu tapi lebih ke orang-orang yang ada di sekeliling gw. Mungkin orang kalau liat gw bakalan bilang kalau gw itu gloomy dan kemungkinan besar gw adalah tipe orang yang justru yang paling sering self pity kalau ada masalah tapi itu semua ga bener (paling ga gw ga selalu all the time). Sejak setahun lalu, gw berusaha mati-matian untuk ga mengekspresikan kekesalan gw terhadap masalah yang menimpa gw sama temen-temen gw karena gw takut kalau gw kek gitu nanti malah berujung ke self pity.

Mungkin justru karena itu gw terkesan expressionless kali ya? =))

Oh, well. Mungkin gw emang tipe introvert tapi entah sejak kapan, gw memutuskan untuk hanya membagi kebahagiaan gw pada dunia. Biarlah kesedihan gw, gw simpan sendiri dan setiap masalah dicari solusinya demi kebaikan diri gw sendiri juga. Gw harus bersyukur pada apa yang gw punya karena apalagi yang gw punya di dunia selain ini?

Senin, September 07, 2009

what i want

1. pindah kerjaan (maksudnya mutasi bagian aja)
2. pindah rumah
3. beli kamera digital (dslr kapan2 aja deh :D)
4. beli komputer PC
5. beli laptop
6. pasang speedy
7. bisa PP dari kantor - rumah
8. cita-cita buka warnet tercapai
9. beli sepatu
10. ngumpul sama temen-temen gw sambil nonton dorama seperti biasa
11. beli baju ama adek gw
12. beli persediaan tas
13. pasang indovision atau telkomvision di rumah
14. beli mobil
15. bisa nyetir mobil/motor
16. belajar bahasa korea/jepang/mandarin/perancis atau semuanya sekaligus
17. beli buku dan mengisi rak buku sampe penuh sesak
18. layar komputer LCD
19. LG KT 610
20. jalan2 sekeluarga (keluarga inti aja)
21. not to be awkward with my older sist (ikutan intimate note?)
22. jalan ke Thailand/HongKong sama adek gw buat nonton SuJu dan shopping spree.
23. merit (?)

Hmmm... :-?

Jumat, September 04, 2009

Take Me Out

Buat yang belum tahu, itu adalah acara mak comblang yang sekarang sedang merajai rating sinema TV Indonesia dari channel Indosiar yang tayang setiap Jumat pkl. 22.30 WIB. Ceritanya ada sekian cewe dan mereka bisa memilih 5-7 orang cowo yang keluar satu persatu. Mereka semua cewe cantik, tentu saja. Tidak bisa disangkal mereka adalah perempuan-perempuan metropolitan yang pede, cantik dan punya standar sendiri. Selera mereka terhadap cowo? Bisa dibilang sama rata, mereka pengen cowo yang mencukupi tiga standar : looks, money, charisma.

Harus ganteng, harus mapan, harus punya daya tarik.

Ga punya salah satu : lampu biru langsung merah. Ga punya tiga2-nya? Ga dijamin satu pun dari sekian banyak cewe yang akan menyalakan lampunya. Terus terang aja gw merasakan feel para cewe-cewe ini. Mungkin karena selera dan cara pikir yang agak sejalan meskipun kehidupan gw dan mereka jauh berbeda. Tapi gw bisa ngerti lah kenapa satu cowo ditolak semua cewe2 cantik itu dan kriteria cowo apa yang ga akan kena eliminasi semua cewe2 itu di tahap pertama.

Hari ini pun gw mantengin acara TV ini dan gw bisa dibilang cukup terkejut melihat para cowo yang keluar di episode hari ini lumayan high standard. Cowo-cowo yang keluar di episode hari ini ganteng-ganteng, mapan dan menarik. Dan anehnya, deretan cewe-cewe ini selalu aja matiin lampu-lampunya. Meskipun ga selalu salah cewenya sih. Ada salah satu cowo yang kelihatannya cukup mapan, cukup ganteng, cukup meyakinkan tapi pas talent show malah jadi two face yang sebelah badan-mukanya pake gaun dan make up ala cewe cantik lengkap sama suara cewe sempurna sementara yang sebelah lagi pake tuxedo lengkap sama jenggot palsu. So wrong, dude. Persis seperti dugaan gw, semua cewe langsung matiin lampunya.

OMG. Cewe-cewe ini bikin gw napsu! Kenapa cowo-cowo ganteng dan mapan yang muncul di episode hari ini ditolak melulu?! Semua cowo yang dateng ga kurang ganteng, ga kurang mapan, ga kurang dewasa tapi cewe-cewe itu matiin lampunya. Coba itu salah satu cowo dengan wajah manis, putih, dengan penampilan menarik (jeans + blazer) ditolak oleh semua cewe kecuali seorang cewe, janda, batak, kelewat ceplas ceplos yang desperate pengen cepet nikah. Duh, mending buat gw aja deh. T_T

Buset semua cowo yang muncul di episode hari ini ga kurang baik, ga kurang ganteng, ga kurang mapan tapi kenapa cewe-cewe ini standardnya ketinggian sih? Apa mereka mengharapkan peserta selanjutnya akan lebih baik? Kalau ga gimana? Kalau ternyata karena mereka terlalu picky sampe-sampe malah ga dapet apa-apa? Mengingatkan gw pada sebuah cerita.

Alkisah ada seorang wanita yang mendapatkan keberuntungan untuk memilih jodohnya ala supermarket. Dia masuk ke lantai dasar dan mendapati cowo yang ada disitu adalah sebuah cowo yang baik meskipun ga ganteng atau pun mapan. Wanita itu lalu memutuskan untuk naik ke lantai dua mengharapkan seseorang yang lebih dan dia mendapati seorang pria yang baik dan mapan meskipun ga ganteng. Wanita itu memutuskan untuk naik ke lantai tiga, mengharapkan pria yang lebih dari pria yang ditemuinya di lantai dasar dan lantai dua. Di lantai tiga dia menemukan seorang pria yang baik, ganteng, dan mapan. Melihat pria itu, dia memutuskan untuk melewatkan sang pria dan naik ke lantai empat.

Tebak apa yang ada di lantai empat? Kosong. Ga ada siapapun di sana.

Moral cerita : milih cowo jangan kek milih baju di pasar swalayan atau butik. Ga bisa dituker atau minta refund. :|

Rabu, September 02, 2009

Super Junior

The Super Junior Member that I like and stalk berdasarkan dari various veriety Super Junior shows yang udah gw tonton sejauh ini.





SungMin. Kelahiran 86 (seumuran adek gw), agak feminin tapi hangat dan manis. Gampang akrab sama cewe, apik dan sopan. Satu yang sangat menarik perhatian gw adalah ketika pertama kali gw liat ni anak gw pikir dia cuma cowo cantik (bishounen) biasa yang agak feminin, standar lah gitu. Tapi di salah satu variety show yang gw tonton, gw mendapati ternyata SungMin ini adalah seorang martial art master. Kontradiksi banget kan? Dia keren banget waktu mempraktekkan beladirinya itu dan nyanyinya juga keren. :)






KangIn, kelahiran 84. Dia seumuran ama gw dan if I may say, anak-anak Super Junior ini semakin menambah umur malah makin keren. Jujur klo gw liat mereka pas baru-baru debut, gw ga ada selera sama sekali bo! =)) KangIn ini adalah kebalikannya SungMin, dia itu cowok yang cowok banget. Orangnya gampang akrab, jail, bawel, narsis, seru dan kocak. Gw suka liat dia klo lagi di variety show karena dia itu tipe dominan yang selalu ngambil alih bagian ngomongnya. Lol.



HeeChul, kelahiran 83. Lebih tua daripada gw ternyata. Orangnya gokil gila. Ga bisa berenti nyerocos, setiap kelakuannya pasti bikin orang pengen senyum atau ketawa saking gilanya. Kelakuan dia yang paling ekstrim akhir-akhir ini dan bikin gw jadi tensi, HeeChul NYIUM SUNGMIN di salah satu konser SuJu. Buset dah! Di episode Intimate Note SungMin sampe merefer Heechul pake Heechul-sshi saking dendam dan belom mau maafin. Buset edan ni orang! Gw yakin Heechul sama Sungmin ga GAY, tapi kenapa begitu amat ya? T_T

Oh, well, diluar kegilaan orang-orang ini, 3 orang ini adalah 3 orang yang paling gw cari setiap kali ada something yang berbau SuJu muncul di IDWS. Maklum aja gw ngejar 3 tahun karir mereka cuma dalam 2 minggu terakhir. Terus terang aja gw ga ngikutin mereka dari sisi musik atau drama tapi spesifik di bagian variety shownya doank wkwk. :D

Intimate Note yang ada pernyataan SungMin dan HeeChul dan bagaimana SungMin sedang mencairkan suasana kaku nan awkward antara dia dengan KangIn karena emang sifat dasar karakter mereka yang sangat berbeda bagaikan dua kutub yang berlawanan. SungMin orangnya agak feminin (bukan agak lagi sih) dan KangIn orangnya macho (Namja abis) jadi mereka berdua ga pernah bisa cocok. Sementara itu EunHyuk juga kaku dan punya hubungan yang awkward dengan HeeChul. Jadi diantara satu grup berisi 13 orang ada dua pasang orang yang punya hubungan sangat kaku dan awkward. Buset dah, anak-anak SuJu itu kenapa gw suka banget sama mereka itu karena cara ngomong mereka : jujur banget! Kocak dan real. Ga ada fake-fake-nya atau mushy mushy.. pokoknya mereka selalu nunjukkin sisi real mereka bukan cuma sisi-yang-cuma-muncul-klo-ada-kamera.

Besok gw mau donlot Intimate Note versi Youtube berhubung versi IDWS yang gw donlot kemaren cuma setengah jam, itu juga cuma satu episode doank T_T. Kepotong dibagian paling seru-serunya. T_T

Doakan saya dapet warnet yang cepet besok! SuJu oh SuJu, you never failed to amazed me. Lol.