Kamis, September 10, 2009

Self Pity


Sorry to say tapi gw benci orang yang selalu aja self pity. Self pity = mengasihani diri sendiri.
Kalau ada masalah apapun yang menimpa dirinya pasti aja langsung down dan mengasihani diri sendiri. Tentu saja semua orang punya masalah tapi pasti masalah sendiri lah selalu yang paling berat. Gw sama sekali tidak dalam posisi untuk menilai masalah siapa yang paling berat. Semua orang punya pandangan masing-masing tentang hal ini.

Menurut gw orang yang sering self pity ini patut dikasihani dan terus terang aja kesabaran gw tipis banget untuk menghadapi orang-orang yang self pity ini. Semua orang punya masalah, tentu. Selama kita masih bernafas selama itu juga masalah akan terus datang menimpa kita tapi apa masalah bisa selesai dengan cara mengasihani diri sendiri? Plis deh ah.

Masalahnya bukanlah musibah apa yang menimpa kita atau bencana apa yang menghadang di depan tapi bagaimana cara menyikapinya. Apakah kita akan memilih untuk terus meratapi nasib, mengasihani diri sendiri, merasa dunia ini suram, dsb atau memilih untuk mencari solusi dari masalah itu? Gw saranin kalau udah selesai mengasihani diri sendiri, nangis-nangis frustasi sambil nonjokin dinding/bantal, silahkan mulai mencari alternatif-alternatif solusi dari masalah-masalah lo. Seandainya ga kepikiran ya diskusiin sama orang yang berwenang atau lebih dewasa jangan sama yang seumuran soalnya biasanya ujung-ujungnya bukannya nyari solusi malah membahas masalah yang sama sampe muter-muter dan muak sendiri lalu mulai lagi self pitynya.

Lalu bagaimana kalau misalnya masalahnya ada di luar kendali kita? Seandainya semua yang telah terjadi tidak bisa kembali lagi. Ditebas oleh pedang bermata dua yang bernama 'waktu'. Seandainya bencana atau musibah yang kita alami tidak bisa kita benahi dengan kedua tangan kita. Mari kita pasrahkan pada Tuhan, Allah SWT. Seandainya kita sudah berbuat yang terbaik yang kita bisa, lalu saatnya untuk orang beriman untuk melihat, mengecek apakah imannya masih ada atau nggak.

Gw sering lihat karakter ini di beberapa temen gw. Gw ga bilang mereka kurang beriman atau gimana, apa hak gw ngomong kek gitu tanpa ngeliat diri sendiri? Tapi gw sering ga sabaran sama sikap self pity mereka. Tentu saja gw merefer tidak pada satu orang tertentu tapi lebih ke orang-orang yang ada di sekeliling gw. Mungkin orang kalau liat gw bakalan bilang kalau gw itu gloomy dan kemungkinan besar gw adalah tipe orang yang justru yang paling sering self pity kalau ada masalah tapi itu semua ga bener (paling ga gw ga selalu all the time). Sejak setahun lalu, gw berusaha mati-matian untuk ga mengekspresikan kekesalan gw terhadap masalah yang menimpa gw sama temen-temen gw karena gw takut kalau gw kek gitu nanti malah berujung ke self pity.

Mungkin justru karena itu gw terkesan expressionless kali ya? =))

Oh, well. Mungkin gw emang tipe introvert tapi entah sejak kapan, gw memutuskan untuk hanya membagi kebahagiaan gw pada dunia. Biarlah kesedihan gw, gw simpan sendiri dan setiap masalah dicari solusinya demi kebaikan diri gw sendiri juga. Gw harus bersyukur pada apa yang gw punya karena apalagi yang gw punya di dunia selain ini?

Tidak ada komentar: