Kamis, Oktober 29, 2009

Netizens

Netizens, gw denger istilah ini cukup sering akhir-akhir ini. Terutama setelah gw mulai aktif dengan hal-hal yang berbau Korean Entertainment. Pucaknya adalah ketika seorang artis kelahiran Amerika yang terusir dari Korea karena amukan para netizens.

Exactly what is netizen? Berdasarkan Wikipedia, hasil inilah yang keluar :
A Netizen (a portmanteau of Internet and citizen) or cybercitizen is a person actively involved in online communities.

neitzan can use the Internet to engage in activities of extended social groups, such as giving and receiving viewpoints, furnishing information, fostering the Internet as an intellectual and a social resource, and making choices for the self-assembled communities. Generally, a netizen can be any user of the worldwide, unstructured forums of the Internet. The word netizen itself was coined by Michael Hauben.[1][2]

Generally, Netizens are Internet users who utilize the networks from their home, workplace, or school (among other places). Netizens try to be conducive to the Internet's use and growth. Netizens, who use and know about the network of networks, usually have a self-imposed responsibility to make certain that it is improved in its development while encouraging free speech and open access.


Okeh, kalau menurut artian dari sudut pandang gw yang bahasa Inggrisnya terbatas, di artian wikipedia itu arti dari netizen adalah penduduk dunia maya yang terlibat aktif dalam komunitas online. Mereka menggunakan internet untuk melakukan aktifitas dalam kelompok sosial, seperti memberi dan menerima pendapat, menyebarkan informasi, dst. Secara umum, seorang netizen bisa jadi siapapun di dunia ini, forum-forum yang tidak terstruktur di Internet. Netizens adalah pengguna internet yang memanfaatkan jaringan dari rumah, kantor atau sekolah (selain dari tempat-tempat lain).

Sisanya, gw rasa kalian bisa baca sendiri. Simple English would do you justice. (smirk)

Anyway, Kalau dilihat dari arti netizen sendiri, doesn't it remind you of someone? Like, yourself, for instance. Gw mengakui kalau gw adalah netizen dalam artian pengguna internet aktif, penduduk anonim di dunia maya, menggunakan blog ini untuk menyebarkan informasi dan mengungkapkan pendapat gw tentang apa pun, siapa pun dan kapan pun. Alasan kenapa gw sering lost kalau temen-temen gw dah mulai menggunakan term netizen adalah karena mereka mengungkapkan term ini sebagai pihak ketiga. Like it's just someone we don't know from a far far away land. Hey, you and I are netizens too! Internet tidak terbatas ruang dan waktu, penduduknya semakin bertambah bahkan tanpa melihat jumlah penduduk dunia karena setiap individu bisa membuat akun anonim sampai 10 buah (yang berbeda-beda) sekaligus dan semuanya aktif di forum masing-masing.

Netizen mendapat perhatian di setiap negara maju dan berkembang, terutama berkembang dalam hal kesadaran free speech (kebebasan berbicara) dan jaringan internetnya sendiri sudah tersebar luas dan tersosialisasikan dengan baik. Kadar perhatiannya tergantung dari kesadaran masing-masing, of course. Banyak kok yang gw lihat mengungkapkan pendapatnya tentang politik, entertainment, agama, dan lain lain dalam bentuk racauan di video youtube atau blogs dan forum yang tersebar dimana-mana. Tapi, yang akan gw sorot sekarang ini adalah para netizens Korea.

A plurk friend, shared a link, telling theory's of to why Korean's Netizens could be so mean, that they could even encourage a person (this actually happen--a lot) to commit suicide, ending someone's career, throwing an upcoming artist to get out of Korea, or even... creating a wave of fans for a group of boyband/girlband/artist from all over the world (I'm talking a positive impact of this). The article telling us that the reason why Korean people are a harsh netizens is because of their unhappy childhood where opinions and free speech is blocked from so many direction. I'm sure the generation before me feels the extreme of this condition, but on the other hand, I feel that the future generation would feel a little bit more freedom in terms of free speech. Hey, sekarang udah jaman apa?

Tapi, in my honest opinion, gw merasa bahwa para netizen Korea, menjadi orang-orang yang mengagungkan kebebasan berpendapat di internet dan ternyata, pendapat mereka sangat berarti, pendapat mereka didengar, penting, urgent, membuat dampak nyata! Netizens dengan akun anonim mereka tiba-tiba menjadi penting! Poll di internet ditayangkan dan diberitakan di media elektronik, hell yeah, berita menyimpang di internet bahkan bisa menghancurkan hidup dan karir seseorang di dunia nyata.

Dari sisi si artis/politikus/tokoh publik yang sedang naik dan butuh feedback tentang seberapa populer mereka, bisa mendapatkannya dari internet. Mereka bisa melihat pendapat publik tentang akting/musik mereka, image mereka secara keseluruhan, interaksi langsung dengan penggemar tanpa jadi gepeng atau biru2 karena dicubitin, memberikan entertainment langsung seperti musisi IU yang memasang video dirinya yang bermain lagu-lagu barat secara akustik live di webpage resminya, dan tentu saja, mempromosikan hasil karyanya seperti lagu atau akting, dan lain sebagainya.

Freedom of speech di internet knows no boundaries, tidak ada pembatas. Semua orang bebas berbicara dari segala umur, jenis kelamin, pekerjaan, di segala tempat di dunia. Masalah terjadi ketika para netizen ini mulai menganggap bahwa orang yang mereka kritik itu adalah mesin tak berhati alias komputer lagi. Kadang ini suka terjadi dan terus terang gw juga suka mengalami hal ini ketika awal-awal gw kenal internet. Kadang gw suka ga sadar kalau orang yang gw ajak bicara di sisi lain internet ini, adalah sesama manusia yang punya perasaan, bukannya komputer yang ada di depan hidung gw.

Komentar-komentar tidak bertanggungjawab yang ditinggalkan para anti-fans, bisa membuat para artis tertekan, bahkan beberapa sampai bunuh diri saking stressnya (meskipun gw menyalahkan pada lemahnya mental mereka karena toh, itu kan cuma dunia maya, kalaupun impactnya sampai ke dunia nyata, harusnya masih bisa diselesaikan secara baik-baik karena, imo, ga ada masalah yang ga bisa diselesaikan). Para netizen yang melontarkan komentar super kejam ini pun biasanya cuma para pelajar yang bosan atau para pekerja yang kurang kerjaan dan biasanya ga punya personal life makanya ribet banget gangguin personal life orang lain (IMO).

Oh, well, anyway, this is my opinion on netizens. Sekian dan terima kasih. :)

2 komentar:

Freya mengatakan...

bwahahahha....tapi emang tuh ngeri banget kalo dunia maya udah dianggap dunia nyata sampe begituan.

Aye seh pen banget dpt duit beneran dari dunia maya. Rere nanti ikutan suksesin bisnis aye dong. Nti aye bakal kasih banyak gratisan buat rere hehehe. Tapi masih dalam tahap perencanaan bisnisnya. Modalnya aja kagak ada bwakakakakakakka........

enaknya nyolong di mana ya? hihihi....Bank apa yak yang paling kaya? hahahaha

hack87 mengatakan...

semoga netizen juga bisa lebih dewasa