Selasa, Oktober 06, 2009

Some thoughts

Jadi mari kita mulai dengan chronicles-nya. Awalnya gw sedang bersiap-siap akan tidur ketika. seperti biasa, gw mulai berlama-lama mengundur waktu tidur (seperti biasa juga) dengan cara membuka-buka plurk dan blogger dari hape. Ketika melihat beberapa temen blogger gw udah mengupdate blognya gw jadi excited kan tuh? Pas gw baca blognya gw jadi ter-trigger untuk membuat blog juga. Jadilah gw yang sekarang sudah akan siap-siap tidur pukul 23.40 WIB malah menyalakan kembali laptop untuk membuat entry geje ini.

So what I was meaning to pour in this blog is about 'alay'. Topik yang udah ngalur ngidul geje di plurk sejak entah kapan. So this 'alay' thingie... Everyone has their own opinion about it. Secara literally atau harfiah, 'alay' oleh sebagian orang dianggap seperti rumput alay-alay atau rumput liar... (jangan tanya artinya darimana karena ini cuma tiba-tiba kepikiran aja di otak gw alias ga ada sumber relevan) dimana oleh sebagian (besar) publik dianggap sebagai istilah yang paling pas untuk menyebut orang-orang sebagai kampungan atau norak atau ga up to date. Bener ga? Bener ga? Oh, well... Ini cuma pendapat gw aja sih.

Untuk bahasan yang paling merujuk orang kepada penggunaan kata 'alay' biasanya ditujukan pada orang-orang yang menulis dengan menggunakan sticky caps alias huruf yang kapital digabung dengan huruf biasa dan nomor untuk membentuk satu kata atau satu kalimat. Biasa menyebar di status jaringan sosial internet seperti facebook, plurk, friendster, dst dan ga jarang bikin orang langsung sensi karena ga ngerti itu tulisan ajaibnya ampun-ampunan.

Itu untuk akhir-akhir ini lho, tapi ga jarang orang merujuk kata 'alay' untuk orang-orang yang gayanya ga mainstream (atau justru terlalu mainstream, sesuai selera masing-masing), pake baju terlalu 'dangdut' misalnya atau emang pembawaannya rada hiperaktif atau rada gaptek atau penggemar musik slow Indonesia kek (ST12 yang lagi booming itu) atau... yah, macem-macem sih, tapi rata-rata kek gitu. Which in my honest opinion is : who are you to judge someone is 'norak', 'kampungan', atau istilah jaman sekarangnya : 'alay'?

Mari kita bahas sedikit tentang kategori alay ini :
1. Penggunaan sticky caps (istilah yang gw langsung familiar setelah join HPI *meskipun dah ga aktif lagi sekarang*)
Okelah, emang sih tulisannya sama sekali ga bisa kebaca tapi terus terang aja, ini tren bukan barang baru. Dari sejak gw masih SMA/SMP gaya tulis sticky caps ini udah beredar dan menurut pendapat sebagian (besar) orang, gaya tulis kek gini tuh lucu, imut, ga biasa, kreatif, dst. Apalagi menurut pendapat temen-temen gw yang rata-rata emang masih pada sekolah, ABG, pengen nunjukin kekreatifan masing-masing. Sejujurnya waktu pertama kali gw punya hape gw pengen bisa nulis kek sticky caps gitu karena emang trennya waktu itu kek gitu. Ga ada yang ngomong klo itu tuh 'alay' atau yang macem-macem kek gitu karena emang itu cuma beredar diantara kita-kita aja yang emang masih teenagers. Percobaan pertama gw adalah mencoba menamai temen-temen gw di phonebook hape pake gaya sticky caps... baru di 2 orang pertama gw langsung gagal. Ide gw abis. Mentok. Nama-nama yang ada di hape gw semuanya normal. Terus terang aja waktu itu gw justru ngerasa 'norak' lho karena ga bisa ikut-ikutan temen gw yang rata-rata gayanya kreatif abis bisa nulis sticky caps kek gitu. Rasanya otak gw ga nyampe buat ikutan sticky caps... LOL.

Well, my point is... rata-rata yang membuat sticky caps ini adalah para ABG atau yang ngerasa masih berjiwa ABG dan menyebar di kalangan mereka yang nyaman dengan sticky caps ini. Kalau ga ngerti, yaudah cuekin aja tulisannya. Buat apa lo semua koar-koar "alay, alay" sementara lo sendiri belum tentu tulisannya udah EYD.

2. Pakaian atau gaya yang sedikit 'ngotot' dalam lifestyle (maksudnya baju atau apa pun itu yang ikutan mainstream atau justru ga ikutan mainstream sama sekali).
In my honest opinion, it's all just a matter of taste. Kalau lo emang ga suka sama style pakaiannya seseorang atau selera musiknya, yang katanya sok barat-lah, sok melayu-lah, sok jepang-lah, sok korea-lah, sok hip hop, sok dangdut... sama sekali ga ada abisnya. Karena itu semua balik lagi ke selera masing-masing. Kalau temen lo emang suka sama lagu ST12, ngapain lo jadi sensi? Nyaris 75% penduduk Indonesia suka sama lagu-lagunya ST12 atau kangen band, buktinya album mereka laku keras baik yang resmi maupun ga resmi (alias bajakan). Don't judge people by their looks. Tampang mereka emang bukan model blasteran super ganteng tapi apa itu berarti lo tiba-tiba jadi 'sok kota' dengan mengatakan bahwa mereka band 'alay'? Masalah pakaian juga, just because some people have different taste, doesn't make them 'less' than you. Mungkin karena mereka emang ga bisa memadupadankan warna, bentuk jahitan baju dengan potongan badan, atau mungkin karena korban fashion, pengen gaya tapi seadanya. Apapun alasannya, hanya karena orang ga cocok seleranya dengan LO, doesn't make them any less than YOU!

3. Ini bikin gw kasian sekaligus sensi. Tentang kegaptekan beberapa orang lantas mereka dicap 'alay' oleh mereka yang udah ngerti atau emang kehidupan sehari-harinya berkutat di sekitar internet atau emang hobinya make gadget. Kenapa kasian? Soalnya mereka-mereka ini yang baru-baru ini belajar internet, rame-rame bikin facebook, tiba-tiba nabung buat beli gadget yang fungsinya aja ga tau tapi karena temen-temennya pada rame ngomongin tiba-tiba jadi pengen... mereka-mereka ini bukannya 'norak' (for some people to say it) tapi mereka ingin bisa. Ingin belajar, ingin bisa ngobrolin hal-hal yang sama kek temen-temennya yang lain. Kalaupun mereka ga pengen ya... berarti mereka emang ga tertarik aja. What I'm trying to say here is... just cos they are in the process of learning, doesn't give you the right to underestimate them. Just give them some time to learn the basics and they'll surprisingly (probably) going to turned out to be better than you. Dan kenapa gw sensi : yah, karena pada dasarnya gw ga punya kesabaran untuk ngajarin orang-orang tentang apapun. LOL.

So the bottom line is... just because some people have different interest than you, doesn't give you any RIGHT to judge, underestimate, or even to say... that they are 'alay'.

Sekian dan terima kasih. :)

1 komentar:

minogaku mengatakan...

couldn't agree with you less than I am already. *pats rere* Intinyamah, jangan maen hakim sendiri, pan? *ketipketip*