Senin, Desember 21, 2009

Once upon a time

Di sebuah kantor pemda di Kabupaten X, terdapatlah seorang ibu Kasubbid bahenol yang terkenal bangor dan berpakaian ketat, marilah kita panggil dia dengan sebutan ibu kasubbid X, dan seorang Kabid yang juga terkenal bangor, sebutlah Kabid X. Perlu diketahui bahwa posisi Kabid adalah membawahi Kasubbid.

Pada saat waktu menunjukkan pukul 15.40 WIB, para ibu-ibu berkumpul di mobil bapak sekretaris kantor pemda itu berhubung mereka bermaksud untuk menebeng di mobil bapak sekretaris karena rumah mereka searah semua. Ibu X agak terlambat sampai-sampai harus diklakson oleh supir bapak sekretaris. Ternyata ibu kasubbid X sedang meminta sisa snack rapat tadi siang kepada bapak Kabid X. Karena sisa banyak, dia mengambil sedus, untuk dibagikan seisi mobil yang akan menumpang di mobil bapak sekretaris.

Pada saat si ibu kasubbid X ini menaiki mobil, posisinya agak sulit karena si ibu X ini harus menaruh dusnya dulu di mobil baru ikut naik. Kabid X ini kemudian mencolek bagian vital (diantara dua kaki) si ibu kasubbid X ini! Salah seorang ibu-ibu di kantor pemda X itu menyaksikan kejadian itu dengan mata melotot dan tangan terkepal. Ia marah-marah kepada kabid X itu tapi dia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa karena ibu kasubbid X itu tidak mengatakan apa-apa. Saya yang memperhatikan dari dalam mobil hanya bisa berkata "astaghfirullah" dan terdiam. Ikut memaki dalam hati sementara memandang sinis si ibu kasubbid X yanh ketika mobil sudah berjalan pergi hanya tertawa dan mengatakan bahwa 'untungnya' dia sedang menstruasi maka si kabid X ini tidak menyentuh organ pribadinya dia.

Bisa anda bayangkan perasaan saya mendengar suara tawa si ibu X sepanjang perjalanan?

Sepanjang jalan saya berkhayal, bagaimana kalau itu terjadi pada saya, ketika saya membayangkan berbagai reaksi yang (seharusnya) saya lakukan, saya teringat pada reaksi saya ketika berbagai pelecehan terjadi pada saya. Apa yang saya lakukan saat itu?


Its just another day at work.

Tidak ada komentar: