Selasa, Desember 15, 2009

Selfish

Definisi selfish atau dalam bahasa Indonesianya : egois. Tiap orang punya pendapatnya masing-masing tentang definisi egois ini dan meskipun di wikipedia ada arti dan definisi juga di KBBI tapi gw masukin opini gw aja untuk definisinya (berhubung gw di hape jadi ga bisa copas dari KBBI dan wiki).

Egois adalah mementingkan diri sendiri. Sifat karakteristik manusia yang katanya lebih mementingkan diri sendiri dan ga peduli tentang perasaan atau kondisi orang lain. Kata orang karakteristik ini lebih sering dimiliki oleh anak kecil maka dari itu kalau ada orang yang mempunyai kecenderungan untuk egois sering disebut kekanakkan.

Kenapa gw membahas tentang karakteristik ini? Karena seorang teman mengatakan bahwa gw seperti itu. Terus terang aja gw belum pernah dibilang kek gitu karena mungkin no one would bother to say that, tapi karena kebetulan kami berdua pernah bermasalah dia bilang masalah gw adalah gw tipe yang repot sama perasaan ndiri tapi ga peduli sama perasaan orang lain. Klo dalam bahasa umum dan dalam pengertian gw yang dangkal mungkin bisa dibilang gw ini egois ya? Lol!

Oh, yea gw agak shock karena dikatakan bahwa gw mempunyai sifat yang dimiliki oleh each and every person on this earth. Hey, I aint no saint. :) dan bisa saya pastikan siapapun yang kenal ama gw pasti bisa meyakinkan anda bahwa I aint no saint! Lol.

Tentu saja gw egois. Gw mengakui sifat gw ini. Menurut lo gw bakalan cari seribu alasan untuk menyangkal? Semua orang yang kenal gw tahu kalau gw orang yang ga pernah menyangkal tentang sifat jelek gw. Dan kejelekan gw yang lain adalah : I'm proud of my bad characters. Aneh ya? Keknya cuma gw doank yang bangga sama semua kejelekan yang gw miliki. Termasuk soal yang satu ini.

Gw adalah orang yang hanya mementingkan diri sendiri dan hanya tertawa pada kesulitan orang lain (terutama yang ga gw kenal) dan agak ga peduli dengan perasaan tu orang. Hahah I can see ur all nodding ur head. I am this kind of person dan buat gw its okay. So far gw belum pernah ngerasa harus berubah.

Gw ga bakalan pernah bisa merasakan perasaan orang lain karena yang paling tahu perasaan orang itu hanyalah dia sendiri. Disaat gw sedang ceria ketawa-ketawa dan orang lain curhat ke gw dengan sebegitu sedihnya ampe nangis-nangis I won't be able to feel it would I? I wouldn't understand ur feeling. Even if I am as upset as the other person, we still wouldn't feel the same cos we are different people with different ways of handling things. Boleh dibilang empati gw kurang menjurus ke minus tapi apakah itu salah? Menurut sebagian orang mungkin itu salah untuk tidak memiliki empati tapi menurut gw itu praktis.

Dari pada gw menghabiskan waktu untuk meratapi sebuah masalah yang sebenernya bukan masalah gw melainkan masalah orang lain? Mending juga gw musingin masalah gw ndiri.

Praktis kan?

I am not heartless. I'm just practical.

Tidak ada komentar: