Minggu, Januari 30, 2011

So close but so far

Jadi ceritanya gw lagi nonton Oprah dan dia lagi ngasih anjuran menjadikan mobil sebagai daerah bebas telpon. Bahaya. I can see that a lot of people is addicted to their phones (including yours truly) especially if u have a smart phone like an iPhone, blackberry or android. Banyak yang bisa dicek, email, sms, ym, bbm, twitter, dst. Jadi hp hampir ga pernah lepas dari tangan.

Fenomena ini ga cuma berlaku untuk pengguna smartphone, bahkan pengguna hp biasa pun juga addict sama telpnya. Biaya sms yg murah serta fenomena facebook bikin orang2 ga bisa kalo ga ngecek hp minimal setengah jam sekali. Don't get me wrong, gw juga dulu kek gitu. Gw tuh tipe yang lebai, when i'm into something, i'm just gonna keep doing it till i get sick of it. Dulu, gw ga bisa lepas dari hape. I'm addicted to twitter. Sekarang juga masih si tapi bedanya sekarang, gw ga akan berbicara sama orang sambil mata ke hp. I've been there and i don't get why people so mad when i do it. Ternyata setelah gw digituin, i get it.

Malesin.

Ya ga sih?

Kita asik ngomong, curhat, pengen menghabiskan waktu bareng karena kita jarang ketemu tapi dianya malah sibuk ma hp. Hello~ i'm right here~. I hate that. And so, berhubung gw percaya banget dengan pepatah, 'perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan', i don't do it anymore.

I'm proud to myself karna kemarin pas hangout sama temen2 gw, i kept my phone inside my bag. I was there. I was present and it was fun.

Gw sering liat orang2 yang lagi ngumpul di kafe tapi bukannya ngobrol, mereka malah sibuk sama hp masing2. Sad.

Tidak ada komentar: