Jumat, April 29, 2011

PNS? I hate it!!!

So when I was checking my twitter timeline this morning, I find out that @mrshananto, the famous financial planner on twitter, is tweeting about PNS... and their salary. Being a PNS, I read all her tweets (naturally).

mrshananto Ligwina Hananto
Good morning tweeps! Selama PNS dibayar spt buruh, selama itu jg mrk kerja gak ky abdi negara ;) 
mrshananto Ligwina Hananto
@matasapi ridiculous salary of 1mio/mo, how do u expect people to work properly? Kl buruh ada overtime, freshgrad ada career move, PNS? 
mrshananto Ligwina Hananto
I'm happy to see progress. PNS ada yg gajinya udh 12jutaan - special cases. Paling gak u org itu bisa hidup layak. But majority struggles 
AiIsFachri FACHRI HARIZONA
@mrshananto emang 2,4 ++ itu gaji buruh ya mba ? 
mrshananto Ligwina Hananto
@AiIsFachri buruh dg overtime bs besar dr itu :(

I was like : !!!!!!

mrshananto Ligwina Hananto
@matasapi jengkel liat "sabetan" itu. Kl mau korupsi hilang, "survival mode" nya jg hrs hilang. Mau gak mau salary structure hrs bgs jg 
mrshananto Ligwina Hananto
2juta? RT @tonymarpaung: PNS yg take home pay 1jt tamatan SMP/SMA. klo sarjana pasti lbh besar 
mrshananto Ligwina Hananto
Di mana? Msk yg special cases Deplu Pajak gt? Pemda gak segitu RT @tonymarpaung: 4-5 jt. fresh graduate. hampir sama dgn swasta kan? 
mrshananto Ligwina Hananto
A true reform will be reform in PNS remuneration package. Who will be the next president to do that? ;) 
mrshananto Ligwina Hananto
Nice, not enough RT @dewi_boiman: polisi baru gajinya uudah lbh dr 1jt koq win,tamatan SMA,kt nya sih biar gak 'cari' keluar 
mrshananto Ligwina Hananto
RT @lindarosiyani: di puskesmas jakarta utara cpns gapok 1,4 (80%) dan kalau udah pns bisa dapat 4jt an.. 
mrshananto Ligwina Hananto
Ouch :( RT @amandasoebadi: guru honorer SD negri, fulltime gajinya cm 800rb! Memang sih "honorer," but that's less than my maid's salary! 
mrshananto Ligwina Hananto
True but we got start somewhere RT @efmirza: Jml PNS terlalu bnyk, beban kerja tdk merata, kalo gaji besar terlalu bebani APBN

mrshananto Ligwina Hananto
Nah gaji buruh dong, beda tipis sm UMR RT @aditasno: masa sih?Di standar biaya umum kementerian se-Indonesia 1.375.000 kok. 
mrshananto Ligwina Hananto
Betul tp jdnya kt bs blg 'gak ada alasan lo' RT @rseptiani: kemenkeu udah dari 2006, tp org pajak yg stdnya paling tinggi tetep aja korup, makin parah malah. 
mrshananto Ligwina Hananto
Liat lg: " Selama PNS dibayar spt buruh, selama itu jg mrk kerja gak ky abdi negara" jd kl ada yg gaji udh ok, kt bs nuntut kerja lbh bagus! 
mrshananto Ligwina Hananto
I've said it many times. Finance is foundation to political thinking. Gak bs mikirin korupsi tanpa mikirin PNS itu gajinya udh layak apa blm 
mrshananto Ligwina Hananto
RT @admonike: PNS dianggap padat karya, hire tll byk u nampung pengangguran akhirnya gaji kcl. Mesti kelola scr prof. Hire sesuai kemampuan 
mrshananto Ligwina Hananto
Gw pernah ya ada klien PNS dokter mengeluh gaji kcl. Sm QMPlanner ditanya : terus knp msh terus jd PNS? Akhirnya dia keluar :p *colek klien* 
mrshananto Ligwina Hananto
RT @dbrahmantyo: saat ini yg sdh mendapatkan remunerasi dgn pendekatan prestasi kerja ada: Kemenkeu, BPK, MA, Setneg dan Sekkab (1)

mrshananto Ligwina Hananto
@efmirza @Rustini tugas negara menyediakan lap.kerja itu dg regulasi & swasta bukan dg PNS 
mrshananto Ligwina Hananto
RT @astie92: PNS yg hidup di kota besar spt Jkt mungkin majority struggles ttp yg di kota kecil mrk hidup cukup layak dan berkecukupan

again : !!!!!!!

mrshananto Ligwina Hananto
@mbaknana ada PNS yg gajinya udh 5jt, 12jt, bukan pejabat tinggi. Pendekatan gaji berdasar review kerjaan
mrshananto Ligwina Hananto
Love the fact that a lot of you CARE about PNS salary & corruption. There's hope for this country's future. We will take a different stand
 Sumpah ya gw baca ini rasanya pengen nangis!!!

My salary is really-really low. Ini kerja di daerah yang katanya adalah terluas se-Jawa-Bali (bangga lagi!!! Apa yang mau dibanggain sih sebenernya?! Luas wilayah?! Bukan kinerja?!) ya wajar aja klo jumlah PNS-nya banyak, beban kerja ga merata, PAD-nya ga merata karena daerah yang berbatasan dengan Kota Sukabumi dan Kabupaten Bogor pasti lebih banyak PAD-nya daripada daerah yang bener-bener jauh di daerah selatan seperti Jampang, Surade, dst.

Gaji gw waktu jadi honorer lulusan SMA : Rp. 300.000,- (Pengen nangis klo diinget sekarang) padahal sebelumnya gw kerja di Jakarta dapet gaji dua kali lipat dari itu, untuk lulusan SMA!!

Dua tahun berikutnya, gaji gw naik (nunggu dua tahun!! Honorer lain mesti nunggu ampe 10 tahun kali!!) jadi Rp. 500.000,- Cukup? Ini bahkan lebih kecil dari pada gaji buruh di pabrik-pabrik sekitaran Kabupaten, FYI. Ketika gaji gw naik, UMR buruh swasta itu Rp. 600.000,- dengan overtime mereka bisa dapet Rp. 1.000.000,- dengan mudah. PNS? Ada sistem overtime? Hahah! You kidding me? We don't even have THR. Yes! Ketika swasta diregulasi diwajibkan untuk memberikan pegawainya THR dengan itungan 1 bulan gaji, PNS tidak diberikan kemewahan yang sama. Alasannya : 'kan udah ada gaji ke-13...' I say : MAKAN TUH GAJI KE 13! Biar gimana pun, alasan ada gaji ke 13 adalah untuk membantu para PNS untuk menyediakan pendidikan yang baik untuk anak-anaknya, makanya gaji ke 13 sekitar bulan Juni biar pas dengan waktu masuk sekolah. Lah, terus pas lebaran dikiranya kita disuruh makan nasi aking?! Dah tau pas lebaran semua barang harganya naik! Trus apa yang terjadi? Sistem survival masuk. Kebanyakan tujuan korupsi yang sistemnya sentralisasi (iya, bener sentralisasi! Klo menurut salah satu mantan rekan kerja gw yang dah pensiun, korupsi berjamaah) itu adalah untuk menyediakan para pegawai masing-masing kantor ketika waktu lebaran tiba. Kita kan lebaran ga cuma sekali, dua kali sama lebaran idul adha. Sumpah, ya ini lebaran ga ada halal2nya sedikit pun.

Ketika gw akhirnya diangkat jadi PNS berkat aturan dari Gus Dur (ya sebenernya ga mungkin pemda terus-terusan mengadakan sistem honorer, dan ga mungkin kan honorer semua dipecat, ya akhirnya harus diangkat semua jadi PNS secara berkala), tau gaji gw berapa? Rp. 1.200.000,- Puas? Oh, tentu tidak.
Hampir semua orang yang diangkat bareng sama gw ketika itu gajinya JAUH diatas gw. Bahkan yang sama-sama golongan II/a (karena gw MASIH lulusan SMA ketika diangkat) pun gajinya diatas gw. Kenapa? Karena mereka punya tunjangan istri/suami dan anak. Gw yang masih single tunjangan keluarganya ya 0 dong. Trus tunjangan beras dihitung perjiwa jadi ya jiwanya cuma 1 ya diitungnya 1, padahal gw nanggung kehidupan seluruh keluarga gw yang itungannya adalah ya orang tua gw. Padahal, kalau mau main itung-itungan.... Kinerja gw dibanding semua honorer yang diangkat bareng sama gw di kantor yang sama digabungin jadi satu masih mending kinerja gw. JAUH! Buktinya gw masih CPNS tapi dah disuruh jadi Bendahara Pengeluaran (keputusan yang gw sesali kenapa gw setujui sampe sekarang). Untuk jadi Bendahara Pengeluaran itu ga mudah. Butuh kemampuan dan kepercayaan dari atasan. Terbukti biarpun gw punya kemampuan dan kepercayaan dari atasan, will power gw minus, jadi gw batal meneruskan jadi Bendahara. Cukup 8 bulan aja. 8 month of hell, i tell ya!

Sekarang ada kenaikan gaji pula 10% dan tinggal 1 kali naik gaji lagi 5% gaji PNS naik 100% dari semenjak orde baru (kasian banget ya?) Tau gaji gw berapa? Rp. 1.400.000,- itu gw masih CPNS 80% belum 100%. Kurang? BANGET! FYI, Ayu yang kerja di perusahaan asing itu dapet Rp. 5.000.000,- BERSIH sebulan. Lian yang jadi dosen di Binus? Kurang lebih sama. Gw? Minder gigit bantal. Karena gw yakin dan percaya sama diri sendiri kalau sebenernya gw bisa dapet penghasilan yang kurang lebih sama dengan mereka. Hanya karena ketika gw terjebak jadi PNS gw belum punya ijazah S1 sehingga gw harus struggle jadi honorer sampai akhirnya gw dapet ijazah S1 gw ketika gw sudah jadi CPNS. Padahal kalau gw masih belum diangkat ketika gw lulus S1, gw rencananya mau quit my job and move back to Jakarta and start making a better living.

Kenapa orang pengen jadi PNS? Karena kerjaannya santai, pensiun terjamin dan jaminan ga akan pernah dipecat kecuali jika kena kasus super berat (misalnya masuk penjara atau kasus narkoba dan korupsi yang diekspos media. Kalo ga diekspos media, masuk penjara karena kasus narkoba pun ga akan dipecat. Contoh kasus: it really did happen to someone at my office). Padahal kenyataannya menurut sudut pandang gw sebagai PNS : kerjaan santai tapi semakin santai anda berarti semakin sedikit duit anda dan semakin jelas betapa anda sangat tidak berguna di kantor. Semakin sibuk berarti semakin banyak kerjaan yang berarti semakin banyak honor dari kegiatan sana sini dan pembuktian bahwa kantor bisa ga jalan cuma gara-gara anda ga masuk sehari. Semakin sibuk = semakin penting posisinya di kantor (biarpun bukan pejabat tapi cuma pelaksana, malah justru biasanya yang cuma pelaksana itu yang paling sibuk sekantor dan paling dicari-cari dan duitnya bisa yang paling banyak dibanding pelaksana atau pejabat lain).

Pensiun terjamin? Hah! Pensiun itu kecil jumlahnya. Apalagi kalau anda pensiun disaat belom jadi apa-apa. Cuma tetep jadi pelaksana dari sejak masuk sampe pensiun (banyak banget yang kayak gitu, emang ga punya ambisi aja kali atau karena ga punya kenalan pejabat meureun). Ini peraturan terbaru tentang besaran pensiun PNS : UU No. 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai


Pasal 11
Besarnya pensiun pegawai. 
(1) Besarnya pensiun pegawai sebulan adalah 2 ½ % (dua setengah
perseratus) dari dasar pensiun untuk tiap-tiap tahun masa kerja, dengan
ketentuan bahwa : 
a. pensiun pegawai sebulan adalah sebanyak-banyaknya 75 % (tujuh
puluh lima perseratus) dan sekurang-kurangnya 40 % (empat puluh
perseratus) dari dasar pensiun; 
b. pensiun pegawai sebulan dalam hal termaksud dalam pasal 9 ayat
(1) huruf b Undang-undang ini adalah sebesar 75 % (tujuh puluh lima
perseratus) dari dasar pensiun; 
c. pensiun pegawai sebulan tidak boleh kurang dari gaji pokok terendah
menurut Peraturan Pemerintah tentang gaji dan pangkat yang
berlaku bagi pegawai negeri yang bersangkutan

Lalu dasar pensiun itu apa? Berdasarkan pasal 5 dari UU yang sama :

Pasal 5 
Tentang  dasar  pensiun. 
 Dasar pensiun yang dipakai untuk menentukan besarnya  pensiun,
ialah gaji pokok  (termasuk gaji pokok tambahan dan/atau gaji pokok
tambahan peralihan) terakhir sebulan yang berhak diterima oleh pegawai
yang  berkepentingan berdasarkan peraturan gaji yang  berlaku baginya.

Seandainya lo pensiun dengan gaji bersih sebesar Rp. 3.521.000,- pun itu bukan gaji gaji pokoknya lho. Itu dah termasuk tunjangan keluarga, tunjangan pajak, tunjangan beras, dsb. Palingan gaji pokok lo sekitar Rp. 2.283.000,- dan 75% nya adalah Rp. 1.712.250,-. Segitu gw masukin gaji salah satu pegawai kantor gw yang kebetulan adalah pejabat. Bayangin kalau yang pensiun adalah pelaksana seumur-umur dengan gaji bersih sebesar 2jutaan. Gaji pokoknya palingan cuma 1,2jt-an dan dia cuma nerima pensiun 900rb-an/bulan. Bayangin pas pensiun itu para PNS itu masih punya anak yang masih kuliah, masih sekolah dengan jumlah anak diatas 2 orang. Cukup? Mau ngarepin pensiun? Seriously? Sementara temen-temen gw yang lain bisa ngatur pension plan dengan asuransi dan bisa dapetin pensiun hari tua dari asuransi itu berkali-kali lipat dari yang diperoleh PNS. 

Dibilang ga puas, iya gw ga puas. Banyak hal yang harus diperhatikan sementara gw ngerasa pemerintahan itu baik legislatif maupun eksekutif kadang bertindak super childish yang cuma mentingin diri sendiri dan agak clueless sambil meraba-raba tanpa sadar kalau ada 250juta jiwa dibelakang mereka, mengekor dan mengikuti mereka. Setiap aturan yang mereka buat, setiap keputusan yang mereka buat itu menentukan sekitar 250juta jiwa itu. Don't even get me started with the DPR RI and the DPRD member who is so called the people representative. Yea, right. Mereka tujuannya cuma satu kok : balik modal. Udah. Sukur-sukur bisa dipilih ulang pas pemilihan berikutnya. Mana sih mereka pernah mikirin orang-orang yang mereka wakilin?

Ah, capek gw! I'm stuck here.

Tolong lah itu remunerisasi diberlakukan segera. I want what is rightfully mine. I don't want this 'rajin males sama aja' thingy. I seriously don't. If I work hard, I want to be acknowledge. Is it so hard?

1 komentar:

Nanda mengatakan...

TOTAL AGREE! I always thought that the low income was only mine. My first salary is 700 thousand IDR. And I really need to get rid and find some place better than this shit. But then I knew my boss struggled so much for my good paid. And now I get almost 2 million IDR each month. Hope yours get better soon, Mak.